Fakta-fakta Erupsi Gunung Agung Bali Kamis 10 Januari 2019
Gunung Agung, Bali, erupsi pada Kamis 10 januari 2019 19.55 WITA, berikut ini fakta-fakta erupsinya Gunung Agung hingga imbauan kepada warga
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Masyarakt tetap berladang. Pemedek yang datang bersembahyang ke Pura Pasar Agung Sebudi, Desa Sebudi, datang silih brganti. Mereka tidak takut, dan tetap beraktivitas.
Kepala Sub Mitigasi Gunung Berapi, PVMBG Wilayah Timur, Devi Kamil Syahbana menjelaskan, erupsi terjadi akibat adanya “overpressure” akibat akumulasi gas vulkanik.
Teramati sinar api di area puncak namun ketinggian kolom abu tak teramati.
Berdasarkan informasi satelit, abu vulkanik bergerak ke tenggara dengan ketinggian mencapai 5500 meter di atas permukaan laut. (*)
5. Laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral
Laporan kebencanaan geologi dari website vsi.esdm.go.id, Gunung Agung berstatus Siaga atau level III dan mengalami erupsi sejak 21 November 2017.
Kondisi visual cuaca Gunung Agung sejak kemarin hingga Kamis cerah sampaimendung, angin lemah kearah barat.
Teramati asap kawah utama dengan tinggi 50 meter di atas puncak, berwarna putih dengan intensitas tipis.
Melalui rekaman seismograf tanggal 9 Januari 2019 tercatat:- 1 kali gempa Vulkanik Dalam- 5 kali gempa Vulkanik Dangkal- 2 kali gempa Tektonik Jauh.
Kegempaan tanggal 10 Januari 2019 (pukul 00:00-06:00 WITA) tercatat:1 kali gempa Hembusan, 2 kali gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali gempa Tektonik Jauh.
(Tribunnews.com/Chrysnha)