Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fakta-fakta Erupsi Gunung Agung Bali Kamis 10 Januari 2019

Gunung Agung, Bali, erupsi pada Kamis 10 januari 2019 19.55 WITA, berikut ini fakta-fakta erupsinya Gunung Agung hingga imbauan kepada warga

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fakta-fakta Erupsi Gunung Agung Bali Kamis 10 Januari 2019
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Gunung Agung saat mengalami erupsi pada Selasa (3/7/2018) pukul 09.46 Wita dengan ketinggian kolom abu 500-2000 meter di atas puncak. Tampak letusan Gunung Agung saat diambil dari Amed, Karangasem. TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA 

TRIBUNNEWS.COM -Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali kembali mengalami erups pada Kamis (10/1/2019).

Gunung Agung erupsi sekitar pukul 19.55 WITA.

Berikut ini kumpulan fakta dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber.

Baca: Gunung Agung Kembali Meletus, Simak Prakiraan Cuaca di Bali Esok Hari

1. Kata warga

Dikutip dari Tribun bali, erupsi Gunung Agung terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 4 menit 26 detik.

Informasi tersebut disampaikan Putu Dana, warga Desa Sebun.

Sebun melihat hembusan abu itu sekitar pukul 20.05 Wita.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Mang Ardi, warga Desa Badeg mengaku melihat letupan api kecil dan suara gemuruh dari Gunung Agung sekitar pukul 20.07 Wita.

Posko Induk Pasebaya Agung juga mendapat informasi terjadi hujan abu tipis sekitar pukul 20.23 Wita di seputaran Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

2. Kolom abu tak teramati

Tribun Bali memberitakan, Sumber data KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung, meninformasikan, kolom abu tidak teramati dikarenakan kabut.

Memang kondisi saat itu lingkungan sekitar tengah dilanda kabut.

Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga).

3. Rekomendasi warga

Erupsi Gunung Agung pada Rabu (11/7/2018) dini hari tadi
Erupsi Gunung Agung pada Rabu (11/7/2018) dini hari tadi (PVMBG)

Status Siaga yang disang dang Gunung Agung saat ini mengharuskan warga agar melakukan sejumlah hal ini.

Berikut rangkuman dari Tribun bali.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada atau tidak melakukan pendakian.

Kemudian tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

4. Baru saja erupsi

Catatan Tribun Bali, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, pun baru saja erupsi sekitar pukul 04.09 WITA, Minggu (30/12/2018).

Ketinggian abu Giri Maha Tohlangkir tidak teramati lantaran kondisi gunung tetutup kabut.

Amplitudo erupsi maksimun 22 mm dengan durasinya 3 menit 8 detik.

Jro Mangku Wayan Sukra, warga asli Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat mengatakan, erupsi terjadi begitu cepat. Tak ada tanda sebelum erupsi.

Seperti bunyi dentuman serta gemuruh. Suara letusan tak terdengar sama sekali.

"Kalau saya tak mendengar apapun sebelum dan saat erupsi. Tiba-tiba erupsi," kata Mangku Wayan Sukra, pria yang tinggal di radius lima kilometer dari puncak.

Penyebaran abu sekitar lereng Gunung Agung, Baanjar Sogra, juga tidak nampak.

Ditambahkan, warga lereng gunung tetap beraktivitas seperti biasanya.

Masyarakt tetap berladang. Pemedek yang datang bersembahyang ke Pura Pasar Agung Sebudi, Desa Sebudi, datang silih brganti. Mereka tidak takut, dan tetap beraktivitas.

Kepala Sub Mitigasi Gunung Berapi, PVMBG Wilayah Timur, Devi Kamil Syahbana menjelaskan, erupsi terjadi akibat adanya “overpressure” akibat akumulasi gas vulkanik.

Teramati sinar api di area puncak namun ketinggian kolom abu tak teramati.

Berdasarkan informasi satelit, abu vulkanik bergerak ke tenggara dengan ketinggian mencapai 5500 meter di atas permukaan laut. (*)

5. Laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral

Laporan kebencanaan geologi dari website vsi.esdm.go.id, Gunung Agung berstatus Siaga atau level III dan mengalami erupsi sejak 21 November 2017.

Kondisi visual cuaca Gunung Agung sejak kemarin hingga Kamis cerah sampaimendung, angin lemah kearah barat.

Teramati asap kawah utama dengan tinggi 50 meter di atas puncak, berwarna putih dengan intensitas tipis.

Melalui rekaman seismograf tanggal 9 Januari 2019 tercatat:- 1 kali gempa Vulkanik Dalam- 5 kali gempa Vulkanik Dangkal- 2 kali gempa Tektonik Jauh.

Kegempaan tanggal 10 Januari 2019 (pukul 00:00-06:00 WITA) tercatat:1 kali gempa Hembusan, 2 kali gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali gempa Tektonik Jauh.

(Tribunnews.com/Chrysnha)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas