Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beda Sosok Gokmen Tanis dan Brenton Tarrant, Dua Pelaku Penembakan Gemparkan Dunia

Dua pelaku penembakan, Gokmen Tanis dan Brenton Tarrant, yang menggemparkan dunia memiliki profil yang berbeda, simak ini

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
zoom-in Beda Sosok Gokmen Tanis dan Brenton Tarrant, Dua Pelaku Penembakan Gemparkan Dunia
Kolase Tribunnews.com/Twitter
Dua pelaku penembakan Brenton Tarrant dan Gokmen Tanis 

2014: mengutil di Utrecht, meludah dan mengancam menjadi agen dan mengemudi di bawah pengaruh minuman keras

2015: menghancurkan jendela dan sel

2017: pemerkosaan

2018: pencurian sepeda dan pencurian di toko sepeda

Baca: Mengapa Brenton Tarrant Tulis Banyak Angka 14 di Senapan Miliknya? Inilah Maknanya

Sementara itu, diberitakan Heavy.com, Tarrant diduga sudah didoktrin oleh kelompok radikal sayap kanan untuk membenci imigran dan orang-orang di luar ras Eropa atau kulit putih.

Di Twitter, ia memberikan sikap, bahwa serangan terhadap orang-orang non kulit putih atau non ras Eropa adalah sah.

Tarrant sempat ditanya, apakah dia tak melihat orang-orang yang diserang adalah orang-orang tak berdosa.

Rekomendasi Untuk Anda

Tarrant menjawab, serangan terhadap orang-orang Non Ras Eropa adalah perang.

Menurut Tarrant, dalam sebuah perang, tidak ada yang namanya 'orang tak berdosa'.

Tarrant juga sempat ditanya, apakah dia berencana selamat atau melakukan bunuh diri setelah melakukan serangan. 

Tarrant menjawab, dia siap mati sebagai risikonya.

Pria bersenjata pembantaian jamaah masjid di Christchurch, Brenton Harrison Tarrant (foto) telah membuat gerakan kekuatan putih dari balik jendela kaca, selama penampilan singkat di pengadilan
Pria bersenjata pembantaian jamaah masjid di Christchurch, Brenton Harrison Tarrant (foto) telah membuat gerakan kekuatan putih dari balik jendela kaca, selama penampilan singkat di pengadilan (HZ Herald/DailyMail.co.uk)

Tapi dia berniat untuk tetap hidup, sehingga dia bisa terus menyebarkan ajaran supremasi kulit putih yang dia yakini.

Belum diketahui apakah Tarrant bertindak sebagai lone wolf (seorang diri), atau bergabung dengan kelompok sayap kanan kulit putih.

Tapi, lewat tulisan-tulisannya di Twitter, Tarrant diduga melakukan aksi biadab karena rasa khawatir berlebihan dengan nasib ras kulit putih.

Tarrant khawatir, jumlah orang kulit putih akan semakin terdesak.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas