Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Glenn Fredly Produseri Film Berlatar Kerusuhan Ambon

Sedikit membocorkan filmnya itu, Glenn menuturkan syuttng akan mengambil setting saat Maluku diguncang kerusuhan beberapa waktu lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Ingin mengeksplorasi bakatnya diluar dunia tarik suara, penyanyi Glenn Fredly berencana menjadi produser. Tahun ini, mantan suami Dewi Sandra ini akan membuat film bertema sepak bola. Film itu menyampaikan pesan sosial yang sangat tinggi, terutama mengangkat masyarakat Indonesia Timur.

“Tahun 2012, saya akan menjadi produser film. Film yang akan saya buat adalah kisah nyata anak muda dari Maluku yang merantau ke Jakarta untuk sebuah pertandingan sepak bola,” ungkap Glenn saat ditemui di The Sunan Hotel untuk mengisi malam tahun baru, Minggu (1/1/2012) lalu. Film itu rencananya akan diberi judul 'Cahaya Dari Timur'.

Sedikit membocorkan filmnya itu, Glenn menuturkan syuttng akan mengambil setting saat Maluku diguncang kerusuhan beberapa waktu lalu. Di tengah suasana serba kacau dan memanas, ada sekelompok anak muda asal Maluku yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kejuaraan sepak bola di bawah usia 15 tahun. Mereka berangkat dengan diiringi tekad menjadikan sepak bola sebagai misi perdamaian.

Pada kejuaraan itu, tim sepak bola asal Maluku akhirnya berhasil melaju ke partai final dan bertemu dengan tim dari Jakarta. Partai final yang disiarkan secara langsung oleh stasiun TVRI, mampu membuat warga Ambon sejenak melupakan permusuhan dan kerusuhan.

“Seluruh masyarakat Maluku lupa dengan kerusuhan. Mereka beramai-ramai menonton siaran langsung. Bukti bahwa sepak bola bisa meluruhkan segalanya,” terangnya.

Dalam film yang syutingnya akan dimulai Mei 2012 tersebut, Glenn bekerja sama dengan sutradara Angga Sasongko dan penulis skenario Andy Bachtiar. Pemainnya, hampir separuh berasal dari Maluku dan separuhnya lagi dari Jakarta. Termasuk lokasi syutingnya antara Ambon dan Jakarta. Targetnya, pada liburan akhir tahun 2012 nanti, film tersebut sudah bisa tayang di bioskop-bioskop di Tanah Air. “Film ini mengangkat budaya Indonesia Timur karena ada nilai-nilai local wisdom yang disisipkan,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas