Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Cinta Rio Dewanto kepada Clarissa Terbentur Aturan Adat

Ia sulit menerima kenyataan hubungan asamaranya bersama Clarisa dapat tentangan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Willem Jonata
Editor: Fajar Anjungroso

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saling cinta bukan jaminan sepasang insan manusia hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Anggiat Simbolon (Rio Dewanto) dan Clarisa Saragi (Anna Leiden Sinaga) mengalaminya. Seperti yang dikisahkan dalam film berjudul "Mursala" besutan sutradara Viva Westi.

Anggiat gundah gulana. Ia sulit menerima kenyataan hubungan asamaranya bersama Clarisa dapat tentangan. Para tetua adat menjelaskan marga Simbolon dan Saragih ditetapkan leluhur tidak boleh melangsungkan pernikahan. Kedua marga kakak beradik. Anggiat berusaha melawan aturan.

Maklum, Anggiat adalah seorang pengacara muda potensial. Ia mengenyam pendidikan tinggi di Jakarta. Makanya, dengan latar belakang itu, dia meletakkan logika dan rasionalitas sebagai dasar berpikir. Ia sama sekali tidak mengerti soal adat istiadat.

Inang Romauli, sang ibu dilanda gelisah. Perasaannya diliputi ketakutan. Anak laki-laki satu-satunya itu, berusaha melawan adat. Tentu ada konsekuensi yang mesti dihadapinya. Anggiat harus keluar dari kampungnya, di Tapanuli Tengah. Otomatis, statusnya sebagai orang Batak bakalan tercerabut.

Dalam kegalauannya, Anggiat bertemu dengan paribannya, Taruli Sinaga (Titi Rajo Bintang). Saat itu, ia menceritakan hubungannya bersama Clarisa yang mendapatkan tentangan adat. Taruli memberikan pendapatnya bahwa cinta menjadi landasan pernikahan. Ia memberikan dukungannya kepada Anggiat.

Namun, di saat Anggiat memantapkan keputusannya, Clarisa malah menjauh. Boru Saragi itu, memutuskan ke luar negeri. Clarisa ingin melanjutkan studi setelah mendapat beasiswa. Ia sengaja melakukannya karena tidak mau Anggiat terpisah dari keluarga dan terusir dari kampung halamannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Film ini bukan sekadar menawarkan konflik percintaan yang berlatar adat Batak. Tetapi juga menyuguhkan pemandangan Pulau Mursala yang indah. Konon Pulau itu merupakan lokasi syuting film King Kong yang dirilis 1933.

Di pulau itu, Taruli menjalani aktivitas konservasi terumbu karang dengan memberikan penyuluhan kepada para nelayan setempat. Ia mengimbau masyarakat supaya tak menangkap ikan dengan bom atau pukat harimau.

Film itu didukung oleh orang terkenal Tio Pakusadewo, Elsya Syarif, Mongol, Rudi Salam, dan Bupati Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang. Film itu dijadwalkan akan diputar seluruh bioskop pada 18 April 2013.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas