Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Konser 30 Tahun Slank

Konser 30 Tahun Slank Terlalu Manis untuk Dilupakan

Konser akbar perayaan ulang tahun ke 30 Slank mengesankan. Slankers, sebutan untuk fans Slank, benar-benar dimanjakan.

Konser 30 Tahun Slank Terlalu Manis untuk Dilupakan
Tribunnews/JEPRIMA
Aksi panggung grup band Slank yang beranggotakan Kaka, Bimbim, Ivanka, Abdee, dan Ridho saat tampil pada konser ulang tahun mereka yang bertajuk Konser 30 Tahun Slank Nggak Ada Matinya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2013) malam. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Konser akbar perayaan ulang tahun ke 30 Slank mengesankan. Slankers, sebutan untuk fans Slank, benar-benar dimanjakan dengan penampilan Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho, dan Abdee. Ditambah lagi bekas personelnya, Reynold, Indra Qadarsih, dan Pay.

Wel Willy membuat semarak suasana. Kehadirannya di atas panggung malam tadi mengejutkan Slankers yang datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Perlu diketahui, Wel Willy adalah vokalisnya Cikini Stones Complex (1983), cikal bakal band dari Gang Potlot, Duren Tiga itu.

Vokal Willy masih seperti dulu. Lengkingannya kuat, bertenaga, dan keep on rock. Meski tubuhnya agak gemukan ketimbang dulu. Maklum, usianya sudah kepala empat.

Mereka bernostalgia di atas panggung memainkan nomor lawasnya, dari "Suit... Suit.. He.. He.. (Gadis Sexy), "Kampungan", "Piss", "Generasi Biru", sampai "Minoritas". Slankers bersuka cita dan sangat antusias malam itu dengan suguhan yang langka dari Slank.

Guyuran hujan deras tak menyurutkan pesta 30 tahun Slank. Bahkan, Slankers tetap bertahan di tengah lapangan untuk menyaksikan band idolanya. Ada pula di antara mereka yang menari berkelompok sembari berputar-putar. "Mandi Hujan" dari album "Lagi Sedih" mengiringi tarian tersebut.

"Terlalu Manis" jadi semacam klimaks pertunjukan. Sebelumnya, semua personel dan mantan personel berkumpul di panggung bersama istri dan anak-anak mereka. Kemudian Bimbim meniup lilin angka 30 di atas kue tart.

Kesuksesan Slank bukan diraih dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Pergantian personel dan keterikatan mereka terhadap pengaruh narkoba mewarnai perjalanan karirnya di blantika musik Indonesia yang sarat persaingan. Namun, persahabatan antar personel dan bekas personelnya itu, yang membuat mereka eksis sampai sekarang.

Tidak banyak band yang mampu bertahan selama itu. Bahkan, The Beatles hanya mampu bertahan tak lebih dari 10 tahun. Mungkin di Indonesia cuma God Bless yang mampu mengungguli mereka. Pengamat musik Bens Leo menaruh harapan supaya Slank bisa mengikuti jejak Rolling Stones yang tetap eksis dan produktif lebih dari setengah abad.

Bimbim, Kaka, Abdee, Ridho, dan Ivanka tertawa lepas. Keluarga menyematkan batik di pundak mereka. Bekas personel juga gembira Slank tetap bertahan sampai 30 tahun.

Tetapi, seperti ada yang kurang. Bimbim merasakannya juga. Bongky absen di konser paling penting dan bersejarah dalam perjalanan 30 tahun Slank. "Masih ada satu yang bandel, next time," ucapnya kepada Slankers.

Edi Hidayat, Slankers yang baru pindah rumah dari Tangerang ke Bekasi itu, mengaku puas menyaksikan konser tersebut. Ia tak menyangka bekas personel Slank turut memeriahkan konser. Apalagi, banyaknya lagu lama yang mereka mainkan. Ia bernostalgia.

"Saya sangat puas. Belum pernah saya merasakan sebahagia ini ketika menyaksikan konser Slank. Dan, buat saya konser Slank kali ini terlalu manis untuk dilupakan," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Willem Jonata
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas