Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Saat Harga BBM Naik, Piyu Hindari Beli Saham Dari Sektor Ini

Gitaris grup band Padi, Piyu melihat sektor saham yang akan terkena dampak dari kenaikan harga BBM yakni sektor konsumer dan transportasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah dikabarkan akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebelum Desember 2014. Hal ini dipastikan, akan berdampak negatif kepada kinerja keuangan perusahaan, karena beban biaya transportasi akan naik.

Gitaris grup band Padi, Piyu melihat sektor saham yang akan terkena dampak dari kenaikan harga BBM yakni sektor konsumer dan transportasi.

"Yang pasti konsumer, karena membutuhkan transportasi dalam mendistibusikan produknya," kata Piyu dalam acara Gerakan Cinta Pasar Modal, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Sementara, sektor transportasi, kata Piyu, di dalam mengoperasikan kendaraannya pastinya menggunakan BBM. Sehingga, bebannya akan meningkat jika harga tarifnya belum mengalami kenaikan.

Adapun saham sektor konsumer seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukse Makmur Tbk (INDF) dan lain-lainnya. Sementara, sektor transportasi seperti PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Cipaganti Tbk (CPGT) dan lainnya.

"Saham-saham ini perlu dihindarkan dulu," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikabarkan, pemerintah akan menaikkan harga BBM pada kisaran Rp 2.000 atau Rp 3.000 per liter.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas