Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Seleb

Mucikari RA Pikir-pikir Banding Atas Vonis 16 Bulan Penjara

Ketua majelis hakim, Muchtar Effendi, membacakan amar putusannya dan menjatuhkan hukuman maksimal kepada Robby, yakni 1 tahun 4 bulan pidana penjara.

Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Mucikari RA Pikir-pikir Banding Atas Vonis 16 Bulan Penjara
KOMPAS.COM
Terdakwa mucikari RA menjelang sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/8/2015) siang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang vonis kasus prostitusi yang melibatkan beberapa nama artis ibukota dengan terdakwa mucikari Robby Abbas (RA).

Ketua majelis hakim, Muchtar Effendi, membacakan amar putusannya dan menjatuhkan hukuman maksimal kepada Robby, yakni 1 tahun 4 bulan pidana penjara.

Disebut hukuman maksimal karena pekan lalu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Candra Saptadji menuntut Robby dengan hukuman 1 tahun 4 bulan pidana penjara.

Oleh ketua majelis hakim, Robby dinilai terbukti bersalah memperdagangkan manusia dalam bisnis prostitusinya dan hal itu melanggar pasal 296 KUHP, tentang kejahatan kesusilaan.

Mendengar vonis yang dijatuhkan oleh ketua majelis hakim, tubuh Robby yang duduk di kursi pesakitan, langsung lemas. Pria yang juga berprofesi sebagai penata rias artis itu tertunduk dan akhirnya menangis.

Robby yang biasanya ramah kepada awak media, memilih tak banyak bicara usai vonis dijatuhkan. "Untuk sikap dari kami (terhadap vonis hakim), kami masih pikir-pikir (untuk banding)," kata Robby saat dijumpai tabloidnova.com, Senin (26/10/2015).

Robby Abbas diciduk polisi lima bulan lalu, tepatnya 8 Mei 2015 di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Selatan. Saat itu, Robby tengah menemani seorang PSK yang juga berprofesi sebagai DJ dan model majalah pria dewasa, untuk melayani pria hidung belang.

Berita Rekomendasi

PSK berinisial AA itu belakangan diketahui bernama Amel Alvi. Dalam 'daftar menunya', Robby Abbas menyediakan sederet perempuan yang bisa 'disewa' dengan harga bervariasi. (Okki Margaretha/Tabloidnova.com)

Sumber: Tabloidnova.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas