Hasto Kristiyanto: Mendengarkan Lagu Membuat Saya jadi Enerjik
Bose Soundlink Mini Bluetooth Speaker, kini menjadi teman baru bagi Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bose Soundlink Mini Bluetooth Speaker, kini menjadi teman baru bagi Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Biasanya, politisi ini kerap terlihat sambil membawa laptop kecil dalam kesehariannya.
Teman Hasto yang baru, sebuat speaker portable berukuran kecil tapi mampu mengalahkan speaker yang jauh lebih besar dari sisi detail suara yang dihasilkan. Sudah kurang lebih dua minggu terrnyata Hasto memiliki alat ini.
Hasto kemudian berujar, sejatinya dia adalah seorang penikmat musik, namun kesibukan di dunia politik, membuatnya lupa akan musik.
Dua pekan lalu, Prananda Prabowo, putra Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kemudian memberinya saran. Prananda Prabowo atau akrab disapa Mas Nanan, saat ini menjadi salah satu Ketua DPP PDIP.
"Mas Nanan ingatkan, hidup ini tidak terlalu kering. Kalimat Mas Nanan itu menginspirasi saya. Jadi, kembali mengingat hobi lama. Mendengarkan musik. Sekarang Bose Soundlink mini ini selalu menemani kemanapun saya pergi," ungkapnya sumringah.
Sebagai orang nomor dua di partaiya, apalagi jelang pelaksanaan Pilkada serentak, 9 Desember mendatang, kesibukannya, berkeliling ke beberapa daerah di tanah air, tak terelakan. Ia memastikan, disela-sela kesibukannya itu, hobi lamanya, mendengarkan musik akan menjadi teman setianya.
Hasto mencoba mengingat dan mengumpulkan lagu-lagu lama kesukaannya. Ia mendownload lagu itu ke telepon genggamnya. Lagu dari berbagai genre yang dulu gemar disenandungkannya pun terkumpul. Mulai dari hits Michael Jackson, Bon Jovi, Celine Dion. Termasuk lagu-lagu abadi (evergreen) Engelbert Humperdinck.
"Lagu-lagu Indonesia pun banyak. Sheila on Seven, Jika-nya Melly Goeslow dan lain-lainnya. Lagu Aku Melihat Indonesia milik Rodinda pun sering saya putar," kata Hasto sedikit promosi.
Putra Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo beberapa waktu lalu ikut berperan membidani band Rodinda. Beberapa liriknya, sarat pesan kebangsaan.
"Saya antusias mengurus partai tapi saya tergugah dengan nasihat Mas Nanan agar hidup jangan kering. Saya memilih mendengarkan lagu. Mendengar lagu membuat saya menjadi enerjik," ujarnya.
"It Must Have been Love-nya Roxette sempat saya sukai. Ada kisahnya saat di Malioboro. Setiap lagu yang kita sukai tentunya ada kisahnya," kata Hasto lagi.
Hasto juga menyukai lagu-lagu ciptaan Gombloh. Lagu yang melegenda dan penuh pesan nasionalisme berjudul Kebyar-Kebyar. "Saat itu saya juga suka mendengarkan Kebyar-Kebyar dan lagu kematian saat bangun tidur," ujar Hasto sambil tertawa.
Hasto mengatakan dirinya mencoba mengelola partai sambil mendengarkan musik sebagai inspirasi.Mantan anggota DPR ini juga dikenal sebagai penggemar berat grup musik Michael Learns to Rock (MLTR) dan band legenda Koesplus. Saat masih murid SMP di Yogjakarta, katanya, menggandrungi grup band asal Jerman. Salah satu hits Scorpion yang ia suka berjudul Still Loving You.
"Kalo dari MLTR lagu favorit saya That’s Why You Go Away. Saya juga suka lagu 25 Minutes tapi nadanya sangat tinggi. Susah saya nyanyinya," ujarnya sambil tersenyum sumringah.
Sementara lagu Koesplus yang disukainya berjudul Nusantara. Saat perjalanan sekitar lebih enam jam Surabaya –Sumenep pulang pergi, pada pekan lalu, cerita Hasto, merasa nyaman mendengarkan musik.
Baca tanpa iklan