Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Cerita Perjuangan Pedangdut Kristina Mengobati Penyakit Sang Ibunda

Kristina sempat mengira sang ibu menderita sakit stroke kedua, lantaran pada 2 tahun lalu sempat alami stroke.

Cerita Perjuangan Pedangdut Kristina Mengobati Penyakit Sang Ibunda
Tribunnews.com/Achmad Rafiq
Penyanyi dangdut, Kristina ketika ditemui di rumah duka, Plumpang - Semper, Jalan Walang Timur No.27 A. Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Minggu (10/7/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Achmad Rafiq

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi dangdut, Kristina berduka atas kepergian sang ibu tercinta, Dariyah (66) yang wafat pada Sabtu (9/7/2016) malam.

Kristina sempat mengira sang ibu menderita sakit stroke kedua, lantaran pada 2 tahun lalu sempat alami stroke. Namun kata dia, Dariyah mengalami gangguan pada metabolisme tubuhnya.

"Awalnya sakit stroke ringan dua tahun lalu, terus dibawa ke rumah sakit sudah bagus dan rawat jalan, terus lakukan terapi-terapi juga," ujar Kristina ketika ditemui di rumah duka, kawasan Plumpang-Semper, Koja, Jakarta Utara, Minggu (10/7/2016).

"Terus kondisi tangan, kaki kiri belum bisa bergerak. Saya dan keluarga masih semangat membawa berobat ibu agar tangan dan kakinya bisa gerak. Pengobatan herbal, alternatif kaya tusuk jarum udah dilakukan," sambungnya.

Penyanyi berusia 40 tahun ini mengatakan, pada bulan Mei 2016 kemarin, kondisi sang ibu kembali mengalami sakit dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

"Setelah itu 16 Mei 2016 masuk. Karena tidak mau makan, minum. Kita kasih makan tidak mau terbuka, aku pikir itu serangan stroke kedua, abis MRI ini bukan stroke kedua, hanya metabolisme karena dehidrasi, terus ada komplikasi ke paru dan ke semuanya," terang dia.

Pelantun 'Jatuh Bangun' ini mengaku, selama 2 bulan menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi sang ibu tidak menunjukkan perbaikkan yang signifikan.

"Aku selalu berdoa, 'ya Allah beri petunjuk untuk ibu aku'. Keluarga aku kasihan ibu kalau begini, akhirnya kemarin kita meeting malam Sabtu itu. Sabtu aku telepon ibu drop parah. Aku telepon kakak kumpul di rumah sakit kalau ibu drop," imbuh Kristina.

Seperti diberitakan sebelumnya, ibunda Kristina meninggal dunia karena sakit Stroke dan tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Pavilion Kartika, Jakarta Pusat, Sabtu (9/7/2016) pukul 20.52 WIB.

Almarhumah meninggal pada usia 66 tahun dan meninggalkan 6 orang anak serta 14 cucu.

Penulis: Achmad Rafiq
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas