Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Seleb

Rahasia Suara Merdu Yura Yunita Ada Pada Bumbu Dapur Ini

Sebagai seorang penyanyi, Yura Yunita punya cara khusus untuk menjaga kualitas vokalnya.

Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Rahasia Suara Merdu Yura Yunita Ada Pada Bumbu Dapur Ini
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
MERENDA KASIH - Penyanyi Yura Yunita saat tampil dalam konser bertajuk "Merenda Kasih" di Grand City Convention Surabaya, Selasa (14/2/2017) malam. Dalam konser yang digelar pada Hari Valentine itu Kahitna membawakan lagu lama seperti Andai Dia Tahu, Rahasia Cintaku, Tak Sebebas Merpati dan Tentang Diriku membuat Soulmate, sebutan penggemar Kahitna, histeris. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai seorang penyanyi, Yura Yunita punya cara khusus untuk menjaga kualitas vokalnya.

“Yang pasti setiap pagi aku minum air garam hangat untuk membersihkan tenggorokan. Kalau olah vokal, karena tiap hari nyanyi, otomatis seperti latihan. Kalau ada perform di panggung besar, sudah pasti ada latihan dan olah vokal,” cerita Yura.

Perempuan asal Bandung itu juga mengaku rutin mengikuti kelas olahraga yoga minimal 3 kali dalam seminggu untuk membantunya mengolah pernapasan.

Tak heran Yura kerap tampil enerjik ketika tampil di atas panggung.

“Kalau tampil, kan, paling tidak sejam durasinya, belum lagi loncat-loncat kesana-sini, belum lagi yang heboh sendiri. Jadi atur pernapasan itu penting banget. Melalui yoga juga, dilakukan olah vokal yang sangat membantu.”

Ada satu rahasia lagi yang juga diungkap Yura sebagai satu trik andalannya untuk menjaga kualitas suara.

Apakah rahasianya? Ternyata sederhana, Yura hanya mengunyah kencur.

Berita Rekomendasi

Meski rasanya tak enak dan terasa pedas, perempuan berponi ini justru mengaku tak pernah lalai mengunyah bumbu dapur ini, terutama sebelum tampil di atas panggung.

Penjual jamu, Sri Wahyuni menunggu pembeli di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2013). Jamu kunyit, temulawak, kencur, dan beras kencur adalah jamu yang paling laku. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Pemprov DKI Jakarta akan merancang program semacam sertifikasi bagi pedagang bahan pangan dan jamu yang dijual di pasar-pasar tradisional hingga lapak kaki lima di Jakarta. KOMPAS/AGUS SUSANTO
Penjual jamu, Sri Wahyuni menunggu pembeli di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2013). Jamu kunyit, temulawak, kencur, dan beras kencur adalah jamu yang paling laku. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Pemprov DKI Jakarta akan merancang program semacam sertifikasi bagi pedagang bahan pangan dan jamu yang dijual di pasar-pasar tradisional hingga lapak kaki lima di Jakarta. KOMPAS/AGUS SUSANTO (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

“Sudah seperti permen,” katanya.

“Aku selalu bawa kencur kemana-mana. Aku,kan, sering bolak-balik Bandung-Jakarta. Jadi aku selalu bawa koper dan itu isinya adalah kencur.” Cerita Yura sambil tertawa.

Yura tak risih meski sering ditanya orang-orang yang bingung terhadap kencur yang dibawanya.

Tapi ia tenang saja. Bahkan kini ia terkenal akibat kebiasaannya mengunyah kencur.

Akhirnya panitia acara selalu menyediakan sekotak besar kencur untuk Yura setiap kali dirinya tampil di atas panggung.

“Karena banyaknya, bisa dimakan dalam seminggu. Eh, sebulan malah kayaknya.” Tandasnya sambil tertawa lagi.

Sumber: Tabloidnova.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas