Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Ketika Professor Dangdut Asal Amerika Nyanyi Lagu Meggy Z

Bagi Jeremy, dangdut adalah musik yang keren karena tidak semua orang bisa menyanyikannya dengan baik.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ketika Professor Dangdut Asal Amerika Nyanyi Lagu Meggy Z
Jeremy Wallach
Jeremy Wallach 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita irawan

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musik dangdut pernah dipersepsikan sebagai musik yang 'ndeso'. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Professor Browling Green University, Ohio, Amerika Serikat, Jeremy Wallach Ph.D. 

Baginya, musik dangdut punya makna lain yang lebih penting dari citra-citra negatif yang seringkali kita sematkan ke musik dangdut. Dangdut adalah musik penting di Indonesia yang bisa membangun solidaritas sosial dan menjaga identitas nasional bangsa Indonesia.

Jeremy mengaku bangga jika disebut sebagai “Profesor Dangdut” dalam wawancara dengan Tribunnews.com di Arion Swiss-Bel Hotel kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/7/2017).

Selama wawancara dengan Tribunnews.com, etnomusikolog yang meneliti banyak musik poopuler di Indonesia itu pun sempat menyanyikan beberapa penggal lagu dangdut populer seperti Aku Rindu Padamu yang dipopulerkan Evie Tamala, Alamat Palsu yang dipopulerkan Ayu Ting Ting, juga lagu Sakit Gigi yang dipopulerkan oleh Meggy Z.

Baca: Jeremy Wallach, Professor Dangdut dari Amerika Serikat

Baca: Peneliti AS: Musik Dangdut Menjaga Identitas Nasional Rakyat Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

 Bagi Jeremy, dangdut adalah musik yang keren karena tidak semua orang bisa menyanyikannya dengan baik.

Menurut Jeremy cengkok yang menjadi ciri khas dalam lagu dangdut adalah teknik yang sulit dan tidak semua penyanyi bisa melakukannya. 

“Penyanyi pop nggak bisa nyanyi dangdut. Karena harus ada cengkok. Dan cengkok itu teknik yang rumit. Dan mereka (penyanyi dangdut) biasanya cuma dengerin rekaman kaset biar bisa nyanyi.” Ujar professor yang juga meneliti musik underground, metal, dan punk di Indonesia itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas