Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Depresi dan Sendirian, Ini Isi Lengkap Surat Jonghyun SHINee Sebelum Meninggal

Sebelum meregang nyawa, salah satu personel SHINee, Jonghyun sempat menuliskan isi hatinya dalam secarik surat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Depresi dan Sendirian, Ini Isi Lengkap Surat Jonghyun SHINee Sebelum Meninggal
Instagram.com/shinee
Unggahan terakhir Jonghyun SHINee yang dibanjiri ucapan duka mendalam dari para fans SHINee. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebelum meregang nyawa, salah satu personel SHINee, Jonghyun sempat menuliskan isi hatinya dalam secarik surat.

Surat itu lantas dia berikan pada sahabatnya, termasuk 9 dari group Dear Cloud.

Menurut 9, Jonghyun menginginkan agar suratnya dipublikasikan.

Dalam suratnya, pelantun "Encore" itu mengaku depresi dan merasa sendiri. Dia tak mampu melawan semua itu dan membeci dirinya karena itu. Bernapas saja, tulis dia, tak mampu.

Berikut ini kutipan isi surat Jonghyun seperti dilansir Koreaboo:

Aku hancur dari dalam.
Depresi yang perlahan menggerogotiku, akhirnya benar-benar menelanku.
Dan aku tidak bisa mengalahkannya.

Aku membenci diriku sendiri. Aku meraih kenangan yang terputus-putus dan berteriak agar mereka bersatu namun tidak ada tanggapan.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika aku tidak bisa bernapas, sebaiknya aku berhenti bernapas sama sekali.
Aku bertanya pada diriku siapa yang bertanggung jawab untukku.
Hanya aku
Aku benar-benar sendirian.

Sangat mudah untuk berbicara tentang akhir.
Sulit untuk benar-benar berakhir.
Aku hidup sampai sekarang karena kesulitan itu.
Kukatakan pada diriku sendiri bahwa aku ingin lari.

Ya, aku ingin lari.
Dari diriku sendiri.
Dari kalian.

Aku bertanya siapa yang ada di sana. Itu aku. Itu aku lagi. Dan itu aku lagi.
Aku bertanya mengapa aku terus kehilangan ingatanku.

Itu karena kepribadianku. Aku tahu.

Jadi semua itu salahku. Aku ingin orang memperhatikan tapi tidak ada yang melakukannya. Mereka bahkan belum pernah bertemu denganku, tentu saja mereka tidak tahu aku ada.

Aku bertanya mengapa mereka hidup. Mereka hanya hidup, hidup saja.
Jika kalian bertanya mengapa aku mati, aku akan menjawab bahwa aku lelah.
Aku telah menderita dan merenung. Aku tidak pernah tahu bagaimana mengubah rasa sakit yang melelahkan ini menjadi kebahagiaan.

Rasa sakit itu hanya rasa sakit.
Mereka memakiku untuk tidak melakukan ini.
Mengapa? Mengapa aku tidak bisa mengakhiri hal-hal seperti yang kuinginkan?
Mereka menyuruhku mencari tahu mengapa aku sakit.
Aku tahu betul. Aku sakit karena diriku. Itu semua salahku dan karena aku kurang.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas