Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Fim Waldjinah Akan Diproduksi Maestro Apresiasi Ning Hening Yulia

Perjalanan hidup penyanyi keroncong asal Solo, Jawa Tengah, Waldjinah akan difilmkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yulita Futty Hapsari

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Perjalanan hidup penyanyi keroncong asal Solo, Jawa Tengah, Waldjinah akan difilmkan.

Waldjinah diketahui adalah seorang maestro keroncong.

Wanita yang memiliki julukan ratu keroncong itu mengawali karier sejak menjadi juara kontes menyanyi bertajuk Ratu Kembang Katjang pada tahun 1958.

Ia juga menjuarai Bintang Radio Indonesia tahun 1965.

Baca: Menggambar Antarmuka Windows dengan Kapur Saat Mengajar, Guru TIK ini Tuai Pujian & Dukungan Dana

Dilansir TribunSolo.com, Film akan dibuat berdasarkan buku biografi Waldjinah Sang Maestro.

Penulis buku biografi Waldjinah Sang Maestro sekaligus penggagas film dokumenter, Ning Hening Yulia mengatakan ia menggandeng sutradara muda Rako Prijanto dalam proses pembuatan film tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Film akan menunjukkan sisi humanis dari sang maestro, seperti kisahnya saat bersama kucing peliharaan dan kerbau miliknya," kata Ning di Balai Kota Surakarta, Senin (2/4/2018).

Menurutnya, perjuangan Waldjinah dalam menggeluti dunia keroncongmenjadi daya tarik dalam film tersebut.

"Meski waktu itu banyak jenis musik yang populer seperti campursari, dangdut tapi ibuk Waldjinah tetap konsisten di keroncong," jelasnya.

Waldjinah mengaku senang dan mengapresiasi langkah Ning untuk memfilmkan kisahnya.

Baca: Ingin Putuskan Kontrak dengan Majikan, TKW Pilih Mengakhiri Hidup, Agar Bisa Pulang ke Rumah

Perempuan 72 tahun itu berharap keroncong tetap dapat hidup di zaman sekarang.

“Anak-anak kita tidak boleh lupa dengan keroncong, karena keroncong itu yang punya hanya Indonesia,” kata Waldjinah.

Dilansir wikipedia, pada awal karier, ia meluncurkan album "kompilasi" bersama penyanyi lain, yaitu album Elingo Beboyo Margo (1968) yang diisi bersama Enny Koesrini (juara Harapan Bintang Radio Indonesia 1967) dan Sri Rahadjeng.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas