Cetak Sejarah Konser Orkestra, Band Metal Burgerkill Harus Hadapi Sidang dan Dicecar Jaksa
Band metal Burgerkill sukses mencatat sejarah dengan konser mereka yang mengolaborasikan musik metal dengan orkestra.
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Burgerkill, salah satu band metal paling 'berbahaya' di Indonesia, berhasil membuat sejarah dalam kancah musik cadas Tanah Air.
Band asal Ujungberung yang dibentuk pada1995, sukses mencatat sejarah dengan konser mereka yang mengolaborasikan musik metal dengan orkestra.
Namun, keberhasilan mereka ini, nampaknya tak selalu berjalan mulus.
Pasalnya proses kolaborasi dengan orkestra asal Praha yang diwujudkan dalam enam lagu mereka, ditambah konser mereka di Bandung dengan tim orkestra Bandung, disoroti jaksa yang menganggap proses itu sulit diwujudkan.
Baca: Mengejutkan! Ini Pengakuan Opick Tentang Poligami
Tim Jaksa Penuntut Umum yang terdiri dari Budi Dalton dan Pidi Baiq, menyeret band beranggotakan Vicky, Ebenz, Agung, Ramdan dan Putra ke meja hijau dalam Pengadilan Musik yang digelar di Kantinnasion Rumah The Panas Dalam, Jumat (4/5/2018) malam.
Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Man Jasad dengan Panitera Wanda Urban.
Spesial di episode kali ini, Burgerkill dibela oleh tiga Pembela sekaligus, yaitu Yoga (PHB), Andre (Jeruji), dan Gebeg (Taring).
Jaksa penuntut, Budi Dalton, mempertanyakan konsep kolaborasi musik orkestra yang diusung Burgerkill dalam tur mereka ke Eropa, khususnya ke Praha beberapa tahun lalu, yang kemudian dituangkan dalam album dan konser mereka di Bandung belum lama ini.
"Mengapa harus dengan orkestra?" tanya Budi Dalton.
Baca: Dengar Sang Ibu yang Hilang 30 Tahun di Arab SaudiDitemukan, Putra Nenek Jumanti Merinding
Ebenz, gitaris Burgerkill menanggapi bahwa keinginan mereka berkolaborasi dengan musik orkestra karena merasa tertantang membuat sebuah terobosan baru di kancah musik metal Tanah Air.
"Selain itu, setahu kami, baru Metallica saja band metal dunia yang pernah berkolaborasi dengan orkestra. Kami ingin membuktikan bahwa musik metal Indonesia pun bisa melakukannya," kata Ebenz.
Sementara Jaksa Penuntut Pidi Baiq, mempertanyakan sesi konser Burgerkill di Sabuga belum lama ini yang mengharuskan para personel ganti kostum.
"Mengapa ada satu sesi harus ganti kostum, mengapa harus ganti kostum?" tanya Pidi.