Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Cucu Jokowi Lahir Caesar, Apa Pertimbangan Calon Ibu Saat Memutuskan Tak Lakukan Persalinan Normal?

Tidak hanya Kahiyang, operasi caesar kerap menjadi pilihan perempuan saat melahirkan. Tetapi apakah operasi caesar baik dilakukan? Apa pertimbangannya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cucu Jokowi Lahir Caesar, Apa Pertimbangan Calon Ibu Saat Memutuskan Tak Lakukan Persalinan Normal?
Instagram, YouTube/kolase
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution 

TRIBUNNEWS.COM - Cucu kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) lahir melalui proses operasi caesar.

Ya, Kahiyang Ayu tak melahirkan putri pertamanya melalui proses persalinan normal.

Dokter memutuskan istri Bobby Nasution ini harus menjalani operasi caesar.

Dokter yang menangani proses persalian Kahiyang, mengatakan persalinan cesar dipilih lantaran menyesuaikan dengan kondisi sang ibu.

"Kita menyesuaikan yang terbaik untuk Kahiyang, salah satunya itu," ujar Dr Endy Moegni RS YPK Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Tidak hanya Kahiyang, operasi caesar kerap menjadi pilihan perempuan saat melahirkan.

Tetapi apakah operasi caesar baik untuk dilakukan, dan merupakan pilihan yang tepat?

Rekomendasi Untuk Anda

The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Society for Maternal Fetal Medicine (SMFM) mengungkapkan bahwa operasi sesar yang terjadi pada 1 dari 3 persalinan ternyata tidak perlu dilakukan, dan berbahaya.

“Kelahiran secara caesar bisa menyelamatkan jiwa janin, ibu, ataupun keduanya dalam kasus tertentu,” demikian bunyi pernyataan terbaru dari ACOG yang diterbitkan dalam The Green Journal.

Sebenarnya ada beberapa pedoman yang mesti didiskusikan oleh ibu hamil dan dokter untuk menentukan apakah Ibu memang harus menjalani operasi caesar atau melahirkan secara normal saja.

Ada lima hal yang bisa jadi pertimbangan Ibu:

Bayi tidak lahir-lahir

Sebanyak 34 persen dari kasus persalinan sesar dilakukan karena sang ibu tak dapat melebarkan bukaan, atau karena bayi tidak mau turun ke jalan lahir.

Pedoman kelahiran tahun 1950-an yang disebut kurva Freidman menentukan kapasitas normal untuk progres persalinan.

Persalinan bisa memakan waktu lebih lama daripada yang bisa diantisipasi dokter, namun toh tetap bisa dilakukan dengan persalinan normal.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas