Banding Kasus Vlog Idiot Ahmad Dhani Dikabulkan, Suami Mulan Jameela Bebas Akhir Desember
Pengajuan banding Ahmad Dhani atas putusan PN Jawa Timur ke Pengadilan Tinggi terkai kasus vlog 'idiot' telah dikabulkan.
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Sri Juliati

Pengajuan banding Ahmad Dhani atas putusan PN Jawa Timur ke Pengadilan Tinggi terkai kasus vlog 'idiot' telah dikabulkan.
TRIBUNNEWS.COM - Banding yang diajukan Musisi Ahmad Dhani telah dikabulkan.
Dengan terkabulnya banding yang diajukan Ahmad Dhani, suami dari Mulan Jameela ini akan bebas pada akhir Desember mendatang.
Seperti yang diketahui, Ahmad Dhani dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jatim Rahmat Hary Basuki menuntut terdakwa kasus video vlog idiot Ahmad Dhani dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.
"Menuntut terdakwa Ahmad Dhani dengan hukuman penjara selama 1 tahun enam bulan," kata JPU Rahmat, Selasa, (23/4/2019).
Setelah itu, Pengadilan Tinggi Surabaya menurunkannya menjadi 3 bulan penjara dan 6 bulan percobaan.
Sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surabaya memuat Vonis hasil banding kasus Vlog Idiot Ahmad Dhani itu Kamis (7/11/2019).
Perkara bernomor 1272/PID.SUS/2019/PT SBY itu diputus oleh tiga majelis hakim yang diketuai oleh PH Hutabarat, dan dua hakim anggota, Agus Jumardo dan RR Suryowati. Putusan tersebut dikeluarkan pada Rabu (6/11/2019) kemarin.
Dikutip dari Kompas.com, selain menerima permintaan banding Ahmad Dhani dan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya, majelis hakim juga mengubah putusan Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 11 Juni 2019 Nomor 275/Pid.Sus/2019/PN Sby tentang vonis Ahmad Dhani.
Terdapat 3 poin penting dalam putusan hakim tersebut, pertama berbunyi menyatakan terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.
"Dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik."
Kedua, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan.
Dan ketiga, menetapkan, pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terdakwa melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 6 (enam) bulan berakhir.
Dikutip dari Kompas.com, seorang pengacara Dhani, Aldwin Rahadian mengatakan, dengan pemotongan masa hukuman tersebut, kliennya sangat mungkin segera bebas.

"Karena sebenarnya Dhani telah menjalani 2/3 masa tahanan, artinya dia punya hak untuk kebebasan bersyarat atau cuti bersyarat," ucap Aldwin kepada Kompas.com via telepon, Kamis (7/11/2019) malam.
Kata Aldwin, bebas bersyarat Dhani bisa berjalan dengan lancar apabila jaksa tak mengajukan kasasi atas vonis tersebut.
"Kalau kemudian yang di Surabaya tidak ada proses hukum yang lain, tentu cuti bersyaratnya bisa terpenuhi dan tentu lebih cepat keluarnya," ucap Aldwin.
Aldwin berharap putusan hasil banding segera inkrah dan jaksa tak mengajukan kasasi.
"Kalau kami terima petikan (putusan) terus kemudian inkrah dalam dua atau tiga hari ke depan itu ya putusan inkrah itu bisa kami urus cuti bersyarat dan proses keluar bisa lebih cepat," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Oga Darmawan mengatakan, meski bandingnya dikabulkan, Dhani masih harus menjalani sisa masa tahananan.
"Jadi untuk sekarang Ahmad Dhani tetap melaksanakan putusan yang di Jakarta, yaitu 1 tahun hukuman pidana yang sedianya ekspirasi pertama adalah bebas pada tanggal 29 Januari 2020," ujar Oga, seperti yang dikutip dari KompasTV, Jumat (8/11/2019).
Lebih lanjut, Oga mengatakan, hal tersebut terjadi dikarenakan Ahmad Dhani telah berperilaku baik dan mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan RI.
Ahmad Dhani, kata Oga, diperkirakan akan bebas pada tanggal 30 Desember 2019, sesuai dengan putusan yang ada di Jakarta.
"Tetapi karena mas Ahmad Dhani berperilaku baik dan mendapatkan remisi, 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI, oleh sebab itu mas Ahmad Dhani mendapatkan remisi sebesar 1 bulan," kata Oga.
"Jika putusannya yang di Jakarta itu bebasnya jadi maju 30 Desember 2019," lanjut Oga.
(Tribunnews.com/Whiesa/Bunga Pradipta Pertiwi) (Kompas.com/Kontributor Surabaya, Achmad Faizal/Andika Aditia)