Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Cerita Mimpi Djaduk Ferianto Bertemu Sang Ayah, Bagong Kussudiardja

Dunia seni tanah air kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Rabu (13/11/2019) dini hari, seniman Djaduk Ferianto, meninggal dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cerita Mimpi Djaduk Ferianto Bertemu Sang Ayah, Bagong Kussudiardja
Kolase TribunStyle.com/ Instagram @catatanevent
Selamat jalan Djaduk Ferianto 

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Dunia seni tanah air kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Rabu (13/11/2019) dini hari, seniman Djaduk Ferianto, menghembuskan nafas terakhirnya tepatnya pada pukul 02.30 WIB.

Hampir sepanjang hidupnya, Djaduk Ferianto mendedikasikan dirinya dalam bidang seni.

Ia memang lahir dari keluarga seniman.

Djaduk Ferianto dilahirkan di Yogyakarta pada 19 Juli 1964.

Bersama grup musik Kua Etnika dan Sinten Remen, Djaduk memadukan unsur-unsur musik tradisional dengan modern.

Selain bermusik, Djaduk juga aktif sebagai anggota Teater Gandrik.

Dia pernah menyutradarai beberapa pertunjukan teater dan mengerjakan ilustrasi musik untuk film.

Rekomendasi Untuk Anda

Djaduk Ferianto meninggalkan seorang istri dan lima anak.

Djaduk adalah anak dari seniman Bagong Kussudiardja yang meninggal pada 15 Juni 2004 silam.

Baca: Kiprah Djaduk Ferianto, Penata Musik Petualangan Sherina hingga Drupadi yang Dibintangi Dian Sastro

Baca: Pesan Terakhir Djaduk Ferianto Pada Sang Putri, Bicara Kesetiaan

Seniman etnik Yogyakarta, Djaduk Ferianto, mempunyai cara berbeda dalam menyambut perayaan Hari Raya Natal. Album bertajuk Hai, Mari Berhimpun , resmi diluncurkan adik dari seniman Butet Kertaradjasa ini ke pasaran, Senin (8/12/2014
Seniman etnik Yogyakarta, Djaduk Ferianto, mempunyai cara berbeda dalam menyambut perayaan Hari Raya Natal. Album bertajuk Hai, Mari Berhimpun , resmi diluncurkan adik dari seniman Butet Kertaradjasa ini ke pasaran, Senin (8/12/2014 (Tribun Jogja/M Fathoni)
Patung seniman multitalenta pendiri padepokan seni yaitu Bagong Kussudiarja berada di tengah komplek Padepokan Seni Bagong Kussudiarja di Bantul, Yogyakarta.
Patung seniman multitalenta pendiri padepokan seni yaitu Bagong Kussudiarja berada di tengah komplek Padepokan Seni Bagong Kussudiarja di Bantul, Yogyakarta. (KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI)

Cerita Djaduk Mimpi Sang Ayah Dua Hari Berturut-turut
Pernah suatu kali, Djaduk bercerita tentang mimpinya yang bertemu dengan sosok sang ayah.

Dalam percakapannya dengan Tribun Jogja pada 2017 lalu, Djaduk mengaku bertemu ayahnya dua hari berturut-turut.

Sayangnya, Djaduk tidak ingat detail mimpinya.

"Saya benar-benar lupa mimpinya seperti apa, tapi masih seputar kegiatan berkesenian, sedikit heran kenapa sampai dua hari berturut-turut mimpi ketemu bapak (alm Bagong) datang," katanya melalui sambungan telepon, Senin (9/10/2017).

Saat mimpi itu datang, Djaduk sedang mengerjakan proyek Ijen Summer Jazz Banyuwangi.

Baru pagi hari tadi, Djaduk sadar arti mimpi itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas