Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anak Karen Pooroe Meninggal

Proses Autopsi Sedang Berlangsung, Karen Pooroe Datang dan Tak Kuasa Menahan Air Mata

Proses autopsi jenazah dari anak Karen Pooroe saat ini tengah berlangsung, Rabu (19/2/2020), Karen nampak tak bisa membendung air matanya.

Proses Autopsi Sedang Berlangsung, Karen Pooroe Datang dan Tak Kuasa Menahan Air Mata
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Karen Pooroe tak kuasa menahan tangisnya ketika melihat makam putrinya sudah digali oleh petugas makam dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. 

Dalam acara itu Karen juga mengungkapkan rasa sedihnya ketika dapat menemui sang anak namun sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Selama tiga bulan, Karen tidak diperbolehkan oleh Arya untuk menghubungi anaknya.

Akhirnya, Karen dapat bertemu dengan anaknya namun sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Karen menuturkan terus memeluk anaknya yang akhirnya ditemui setelah tiga bulan tidak berkomunikasi.

Ketika itu, Karen bertemu dan memeluk Zefania saat berada di kamar jenazah.

Penyanyi Karen Pooroe atau akrab disapa Karen Idol, tak kuasa menahan tangis atas kepergian putrinya  Zefania Carina yang sudah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (9/2) kemarin. TRIBUNNEWS.COM/IST
Penyanyi Karen Pooroe atau akrab disapa Karen Idol, tak kuasa menahan tangis atas kepergian putrinya Zefania Carina yang sudah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (9/2) kemarin. TRIBUNNEWS.COM/IST (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Hingga kini Karen masih terus bertanya mengenai apa yang terjadi pada anaknya itu.

"Setelah enam bulan anak saya dirampas dari saya, tiga bulan tidak boleh bertemu dan tidak boleh menelepon, tidak punya akses sama anak saya," jelas Karen.

"Akhirnya mereka mengembalikan anak saya kepada saya dalam kondisi tidak bernyawa."

"Saya peluk anak saya dalam kondisi tidak bernyawa setelah tiga bulan saya tidak bertemu, saya harus memeluk anak saya di kamar jenazah, ini ada apa kok bisa gitu," tambahnya.

Hingga kini, Karen juga merasa tak yakin mengenai penyebab kematian putrinya.

Karen menuturkan hingga saat ini belum mengetahui secara pasti kronologi putrinya meninggal.

Baca: Karen Pooroe Tak Yakin Anaknya Jatuh dari Lantai Enam: Tidak Ada Pendarahan, Tulang Tengkorak Utuh

Namun, Karen merasa ragu apabila anaknya meninggal dunia karena terjatuh dari lantai enam apartemen yang ditinggali oleh Arya.

"Sebetulnya sampai hari ini saya belum tau jelas, apa yang betul-betul terjadi," ungkap Karen.

"Tapi kalau dibilang jatuh dari lantai enam apartemen itu, saya yakin itu tidak betul, sangat tidak benar," tuturnya.

Kemudian Karen membuat perumpamaan untuk menggambarkan situasi apabila putrinya benar terjatuh dari lantai enam.

Karen menjelaskan, orang dewasa yang terjatuh dari lantai enam, pasti akan mengalami luka yang berat.

Namun diungkap, putri Karen tidak mengalami patah tulang serta lebam serius.

Karen menuturkan hanya menemukan terdapat benjolan di kening sang anak.

Tak sampai di situ, kondisi Zefania juga dijelaskan Karen tidak mengalami pendarahan.

Tengkorak kepala putri Karen juga nampak utuh, seperti tidak terjatuh dari lantai enam.

Baca: Tak Bertemu Zefania Selama 6 Bulan, Karen Pooroe: Saya Harus Memeluk Anak Saya di Kamar Jenazah

"Sekarang begini, secara orang awam lantai enam kira-kira kalau satu lantai tiga meter berarti 18 meter," jelas Karen.

"Kita orang dewasa jatuh pecah berkeping-keping, anak saya tidak patah, tidak ada luka lebam."

"Cuma ada benjol sedikit di kening dan itupun tidak kelihatan," ucap dia.

"Tidak ada pendarahan, tulang tengkoraknya semua utuh," tambahnya.

(Tribunnews.com/Febia Rosada)

Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas