Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Anji Geram dengan Prank Sumbangan Isi Sampah, Minta Laporkan Channel YouTube Ferdian Paleka

Geram dengan prank yang dilakukan, Anji meminta bantuan untuk melaporkan kanal milik Ferdian Paleka pada YouTube.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Daryono
zoom-in Anji Geram dengan Prank Sumbangan Isi Sampah, Minta Laporkan Channel YouTube Ferdian Paleka
Instagram @duniamanji dan @ferdianpalekaaa
Anji ikut geram dengan aksi prank yang dilakukan oleh YouTuber Ferdian Paleka. 

Tak hanya itu, di dalam video yang dibagikan oleh Ferdian, ia dan temannya ingin menegur orang yang tidak menaati Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Anji, untuk menegur massa yang masih berkerumun tidak menggunakan cara seperti prank tersebut.

Masih ada berbagai cara yang bisa dilakukan dengan tindakan yang lebih baik.

Momen saat Ferdian Paleka, youtuber bagikan sembako isi sampah dan batu bata
Momen saat Ferdian Paleka, youtuber bagikan sembako isi sampah dan batu bata (YouTube)

Anji menuturkan, YouTube milik Ferdian tidak hanya sekali menyuguhkan konten yang serupa.

Bahkan sudah banyak orang yang menegur Ferdian.

Namun sayang, Ferdian lebih memilih untuk tidak mengindahkan sama sekali teguran yang diberikan.

"Ada beberapa hal yang bisa diambil dari kasus ini, jika mau menegur pastinya tidak dengan cara seperti itu," jelas Anji.

Rekomendasi Untuk Anda

Anji mengetahui apabila di media sosial manapun pengguna dapat membuat berbagai konten.

Baca: Prank YouTuber Ferdian Paleka Buat Kirana Larasati Buka Suara: Aib bagi Kemanusiaan, Memalukan!

Baca: Satu Pelaku Prank Sembako Sudah Diserahkan Ibunya ke Polisi, Orang Tua Ferdian Paleka Janji Ini

Seperti di YouTube, Instagram, Facebook, hingga Twitter.

Terlebih, para pengguna masih bisa membuat konten yang berisi prank.

Namun Anji memohon untuk tidak membuat konten prank seperti yang dilakukan oleh Ferdian.

Walaupun mungkin konten prank yang kontroversial akan ditonton oleh banyak orang.

Hingga memberikan keuntungan tersendiri bagi pemilik video dan kanal YouTube.

"Ya di YouTube, Instagram, Facebook, di Twitter di social media manapun kita memang bisa membuat konten apapun," ungkap Anji.

"Kita bisa membuat konten prank."

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas