Saputri, Istri Didi Kempot, Terus Menangis dan Sempat Pingsan saat Pemakaman
Saputri, istri Didi Kempot, tak kuasa menahan tangisnya dan sempat pingsan saat pemakaman sang suami.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Pravitri Retno W
Kemungkinan lainnya adalah adanya gangguan irama jantung.
Gangguan irama jantung yang berat bisa menyebabkan Henti Jantung Mendadak (HJM).
Hal tersebut juga bisa karena adanya penyakit bawaan, bisa juga penyakit yang didapat setelah dewasa.
Kemungkinan ada gejala sebelumnya seperti sering pingsan dan berdebar-debar.
Selain itu, gangguan irama jantung juga bisa karena adanya keturunan.
Baca: Istri Didi Kempot, Saputri, Pingsan saat Pemakaman
Baca: Sambil Menangis Terisak, Istri Didi Kempot Tak Henti Mencium Tanah Makam Suaminya
Alasan Dimakamkan di Desa Majasem
Sukur, Paman Didi Kempot, mengungkapkan alasan kenapa Didi Kempot dimakamkan di Desa Majasem.
Tak lain, karena istri Didi Kempot yang meminta sang suami dimakamkan di Desa Majasem.
"Rumah di Desa Majasem adalah rumah jujukan (tujuan), ini kan rumah istrinya," ujar Sukur.
Sementara rumah di Kedunggalar adalah rumah milik orang tua Didi Kempot.
Didi Kempot memang lahir di Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.
Sukur menjelaskan, di Kedunggalar terdapat makam Mamiek Prakoso yang merupakan pelawak sekaligus kakak Didi Kempot.
"Di Kedunggalar memang ada makam kakaknya Mamiek, tapi kami minta Didi Kempot dimakamkan di sini," kata Sukur.
Sukur juga mengatakan, Didi Kempot tak pernah mengeluh sakit.
Saat pulang ke rumah pun, pelantun lagu Stasiun Balapan itu hanya mengeluhkan capek.
Baca tanpa iklan