Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hamish Daud dan Raisa Tanggapi Kematian George Floyd dan Perlakuan Rasis Polisi Minneapolis

Penyanyi Raisa Andriana dan suaminya, Hamish Daud, menaruh perhatian terhadap kasus tewasnya pria kulit hitam asal Amerika Serikat, George Floyd.

Hamish Daud dan Raisa Tanggapi Kematian George Floyd dan Perlakuan Rasis Polisi Minneapolis
Instagram @raisa6690
Raisa dan Hamish Daud 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Raisa Andriana dan suaminya, Hamish Daud, menaruh perhatian terhadap kasus tewasnya pria kulit hitam asal Amerika Serikat, George Floyd.

Dalam live Instagram beberapa waktu lalu, keduanya menanggapi pertanyaan warganet soal kematian George Floyd akibat perlakuan oknum polisi Minneapolis.

Sekedar info, kematian George Floyd membuat warga Minneapolis geram dan gelar unjuk rasa. Mereka merasa adanya tindak rasisme yang dilakukan oknum polisi tersebut.

"Racism bukan masalah baru ya, tapi sekarang bedanya adalah itu semua direkam," kata Hamish Daud dalam live Instagram.

Baca: Seruan Mantan Presiden George W Bush Soal Peristiwa Tragis Aksi Demo di AS

"Dulu kan kita tahu ini (rasisme) cuma baca berita-berita atau di highlights, tapi sekarang karena ada hp, sosial media, kita semua bisa lihat langsung. Dan itu bikin orang-orang lebih aware ya, mungkin orang nggak nyangka (rasisme) bisa segitunya," lanjut Hamish Daud.

Sejumlah demonstran melakukan aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Long Beach, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Apu Gomes
Sejumlah demonstran melakukan aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Long Beach, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Apu Gomes (AFP/Apu Gomes)

Raisa turut menanggapi hal tersebut. Pelantun Mantan Terindah itu berharap kejadian rasisme ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih saling menghargai perbedaan.

Baca: PM Kanada Kehabisan Kata-Kata Tanggapi Cara Trump Tangani Demo Bela George Floyd

Sebab masalah perbedaan tak hanya terjadi di Amerika saja, Raisa juga merasa Indonesia memiliki masalah sendiri yang perlu diatasi.

Baca: Respons Mantan Presiden George Bush Soal Aksi Unjuk Rasa Bela Floyd di Amerika Serikat

"Sebenernya di seluruh dunia ya rasisme, mungkin di Amerika lebih ke masalah warna kulit, kalau di Indonesia pasti dengan rasismenya sendiri," bebernya.

"Jadi mungkin bagus ya isu ini diangkat (ke berbagai media) jadi kita lebih aware (tentang perbedaan)," timpal Raisa.

Hingga kini warga Amerika Serikat masih melakukan aksi demonstrasi besar-besaran menuntut keadilan untuk George Floyd. Tagar #justiceforgeorgefloyd pun menggema di media sosial.

Beberapa selebriti Indonesia pun turut memberi dukungan di sosial media Instagram lewat tagar #Blacklivematter.

Penulis: bayu indra permana
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas