Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sinopsis Film Malik & Elsa, Tentang Cinta Si Miskin dan Si Kaya

Malik anak piatu, ibunya meninggal. Ayahnya pedagang dengan penghasilan tak seberapa. Sementara keluarga Elsa kaya raya.

Sinopsis Film Malik & Elsa, Tentang Cinta Si Miskin dan Si Kaya
TRIBUNNEWS.COM/BAYU INDRA PERMANA
Endy Arfian dan Salsabilla Adriani saat jumpa pers film Malik & Elsa di kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Film Malik & Elsa diangkat dari novel best seller berjudul sama karya Boy Chandra dan dibintangi oleh Endy Arfian dan Salshabilla Adriani.

Cerita film Malik & Elsa mengalun layaknya film-film drama pada umumnya. Sesekali mengantar kita ke pasar tradisional, tempat Malik kerja serabutan sebagai kuli.

Dari pasar, kita diajak balik ke kampus, tempat Malik dan Elsa kali pertama bertemu. Lalu berinteraksi intens.

Film tersebut dibuka dengan dialog, “Kamu tahu enggak kenapa bangsa asing menjajah Indonesia?” tanya Malik (Endy Arfian) kepada Elsa (Salshabilla Adriani) di ruang kuliah sebelum dosen datang.

Baca juga: Prilly Latuconsina Anggap Endy Arfian sebagai Sahabat

Malik anak piatu, ibunya meninggal. Ayahnya pedagang dengan penghasilan tak seberapa. Sementara keluarga Elsa kaya raya.

Usai kuliah, keduanya jalan-jalan ke pantai atau makan di restoran. Maklum, karena tak bisa menjawab pertanyaan mengapa bangsa asing menjajah Indonesia, Elsa kena hukuman mentraktir Malik selama sepekan.

Ayah (Hanif Alkadri) dan Ibu Elsa (Nina Rahma) mulai curiga mengapa putri mereka sering pulang telat.

Penonton akan dimanjakan dengan pemandangan indah di Padang, yang selama ini jarang terekspos.

Baca juga: Main Film Horor Endy Arfian Alami Kejadian Mistis, Hawanya Tak Enak Hingga Saksikan Orang Kesurupan

Elsa menyelidiki kehidupan Malik dan bagaimana rumah indekosnya. Malik yang bukan orang berada ngekos sekamar dengan sahabatnya, Lubis (Hendra Lesmana).

Suatu hari, Lubis mengirimkan karya tulis Malik ke sebuah kompetisi berhadiah beasiswa ke Amsterdam, Belanda.

Dua menu utama Malik dan Elsa, kisah cinta beda kasta serta kecerdasan sebagai senjata pengubah nasib. Hawa romantis yang diembuskan sineas Eddy Prasetya tak terlalu puitis atau dramatis. Relatif pas dan terasa dekat dengan kehidupan remaja umumnya.

Chemistry Endy Arfian dan Salshabilla Adriani apa adanya. Tampak effortless. Endy tidak sok romantis. Salshabilla tampil bersahaja tapi kita tahu dia anak orang berada dari gaya bicara, penampilan, dan sifat.

Yang pasti, ending-nya tidak berakhir klise. Terasa realistis. Bagi anak orang tak mampu, jika dihadapkan pada cinta (yang belum tentu berakhir di pelaminan) atau masa depan, jelas betul mana yang mesti dipilih.

Sekadar info, film Malik dan Elsa tayang di Diney + Hotstar.

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas