Terdampak Covid-19, Melody Umumkan JKT48 Terpaksa Kurangi Member dan Staf: agar Tidak Bubar
Melody Laksani sebagai General Manager Theater JKT48 sampaikan cara agar grup tak bubar di tengah pandemi Covid-19.
Penulis:
Febia Rosada Fitrianum
Editor:
Citra Agusta Putri Anastasia
Namun, dengan pemberhentian kegiatan, pihak manajemen merasa tujuan adanya JKT48 tidak maksimal.
JKT48 memiliki tujuan agar memberikan energi dan semangat di seluruh Indonesia.
Terdampak Covid-19, Melody mengungkapkan bahwa JKT48 mengalami kerugian yang cukup besar.
Bahkan, kerugian itu membuat idol grup ini kesulitan bertahan di tengah pandemi.
"Faktanya secara bisnis grup ini mengalami kerugian yang sangat menyakitkan."
"Sehingga kami berada di posisi yang sangat sulit untuk bisa terus beroperasi," jelas Melody.
Melody menuturkan, dalam kurun waktu terakhir, pihak terkait JKT48 sudah berunding mencari solusi terbaik.
Akan tetapi, kondisi ini memang mengharuskan JKT48 tidak bisa beraktivitas dan berhenti.
Baca juga: Agar JKT48 Tak Bubar, Bertahan Saat Pandemi, Manajemen Kurangi Member dan Staff, Siapa yang di PHK?
Baca juga: JKT48 Terancam Bubar, Kena Dampak Pandemi Covid-19, Ini Penjelasan Lengkap Melody Sang Manajer
"Saat ini hal yang harus kami sampaikan kepada para fans adalah dalam keadaan ini sebenarnya JKT48 sudah tidak bisa lagi melanjutkan aktivitas dan harus berhenti."
"Di tengah tekanan tersebut kami terus menerus berpikir tentang arti keberadaan grup ini," imbuhnya.
Namun, Melody merasa seharusnya JKT48 masih terus memberikan semangat di tengah kondisi sekarang ini.
Bahkan, ia menerangkan akan terus menyampaikan energi positif bagi para penggemarnya.
Pada kesempatan itu, kakak Frieska Anastasia Laksani ini menerangkan keputusan dari pihak JKT48.
Bukan bubar, manajemen memutuskan akan melakukan pengurangan member serta staf.
Berdasarkan diskusi, keputusan ini merupakan satu-satunya cara terbaik.
Baca tanpa iklan