Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Selain Paru-paru, Polusi Udara Dapat Pengaruhi Perkembangan Otak Anak

Polusi udara menyebabkan beragam penyakit. Menghirup polusi setiap hari bisa berdampak pada kesehatan.

Selain Paru-paru, Polusi Udara Dapat Pengaruhi Perkembangan Otak Anak
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas menggunakan masker di pelican crossing di Kawasan Bundaran HI, di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7/2019) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polusi udara menyebabkan beragam penyakit. Menghirup polusi setiap hari bisa berdampak pada kesehatan.

Hal ini dikarenakan polusi mengandung banyak zat berbahaya.

Di antaranya sulfur oksida, nitrogen oksida, senyawa organik hingga karbon monoksida. Zat-zat tersebut dapat membahayakan kesehatan pada manusia jika terhirup. 

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP mengungkapkan penyebab polusi dapat menganggu organ tubuh. 

Baca juga: Pada Orang dengan Kondisi Tertentu, Dampak Polusi Udara Dapat Dirasakan Kurang dari 24 Jam

Ia mengungkapkan bahwa periset memperkirakan bahwa polusi udara dapat mengakibatkan perubahan di dalam DNA manusia, sehingga menyebabkan terjadinya mutasi sel dan memicu terjadinya kanker.

Lebih banyak polusi udara yang dihirup, maka kemungkinan terkena kanker akan semakin besar.

Pemandangan gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta, Jumat (30/8/2019). Mengacu pada data gabungan AQMS KLHK dan pemerintah DKI Jakarta, kualitas udara Jakarta berada pada konsentrasi 39,04 ?g/Nm3 atau pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Tribunnews/Jeprima
Pemandangan gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta, Jumat (30/8/2019). Mengacu pada data gabungan AQMS KLHK dan pemerintah DKI Jakarta, kualitas udara Jakarta berada pada konsentrasi 39,04 ?g/Nm3 atau pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Namun yang mengejutkan ternyata tidak hanya pada organ pernapasan, polusi yang dihirup dapat pula berdampak pada kecerdasan. Khususnya otak pada anak-anak yang masih dalam tumbuh kembang. 

Hal ini diungkapkan oleh oleh Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Bondan Andriyanu. Bondan mengungkapkan jika United Nations Children's Find (UNICEF) menyatakan polusi udara dapat merusak jaringan otak.

"Polusi yang dihirup setiap hari oleh anak-anak dapat menganggu perkembangan kognitif. Sehingga kecerdasan pada anak terus menurun," ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (25/2/2021).

Dilansir dari laman UNICEF, polutan tidak hanya membahayakan paru-paru pada anak yang sedang masa tumbuh kembangnya.

Tapi juga dapat merusak otak yang sedang berkembang secara permanen.

Oleh karena itu Bondan mengatakan perlunya saling sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Gunakan masker sesuai standar yang ditetapkan dan usahakan menggunakan transportasi umum. Selain itu kurangi pembakaran bahan rumah tangga. 

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas