Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wagub DKI Persilakan Warga Tuntut Ganti Rugi Banjir, Sebut Anggran Pemprov Rp20 Triliun

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mempersilakan warga ibu kota yang mau menggugat Pemprov DKI terkait ganti rugi bencana banjir di ibu kota

Wagub DKI Persilakan Warga Tuntut Ganti Rugi Banjir, Sebut Anggran Pemprov Rp20 Triliun
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gerbang Tol Cempaka Putih yang tergenang banjir di Jakarta Timur, Minggu (23/2/2020). Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu 23 Februari dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota Jakarta. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mempersilakan warga ibu kota yang mau menggugat Pemprov DKI terkait ganti rugi bencana banjir di ibu kota.

Ia menyadari hal itu merupakan hak warga yang merasa dirugikan atas kejadian banjir DKI.

"Menuntut ganti rugi itu hak warga, nanti kami pelajari kami diskusikan kami cari solusi terbaik," kata Riza kepada wartawan, Jumat (5/3/2021).

Kendati demikian Riza menyebut Pemprov DKI juga punya hak dan kewenangannya untuk melakukan tugas penanganan banjir, maupun hak membela diri atas tuntutan tersebut.

Baca juga: DKI Jakarta Daerah Pemilik Kasus Kekerasan pada Perempuan Tertinggi di Indonesia

Baca juga: Pengamat: Antisipasi Banjir Jakarta, Anies Harus Lakukan Langkah Extraordinary 

"Warga menggugat boleh, kami juga punya hak dan kewenangan melakukan tugas dan membela diri," tegasnya.

Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan Pemprov DKI telah mengalokasikan 20 persen dari belanja modal dalam APBD, atau tak kurang dari Rp2 - 3 triliun dari total belanja modal Rp9 - 10 triliun.

Hal itu ia sebut jadi cermin besarnya perhatian eksekutif mengatasi banjir.

"Kami anggarannya kurang lebih sampai 20 persen dari belanja modal. Jadi besar perhatian kami terhadap banjir. Jadi harus diperhatikan, tiap tahun tidak pernah kurang dari Rp2 triliun. Itu artinya lebih dari 20 persen belanja modal yang nilainya Rp9-10 triliun," jelas dia.

Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas