Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jennifer Jill Terjerat Narkoba

Pengacara Sebut Keadilan untuk Jennifer Jill adalah Rehabilitasi, Bukan Penjara

Sahala merasa bahwa keadilan untuk Jennifer sudah terjawab dalam tuntutan JPU, yang mengarahkan vonis hakim kepada rehabilitasi.

Pengacara Sebut Keadilan untuk Jennifer Jill adalah Rehabilitasi, Bukan Penjara
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Jennifer Jill di Gedung Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (26/2/2021). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jennifer Jill melalui kuasa hukumnya, Sahala Siahaan angkat bicara soal tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntutnya enam bulan penjara dan atau tiga bulan rehabilitasi rawat inap di Balai Besar Rehabilitasi Lido, Jawa Barat.

Sahala Siahaan, kuasa hukum Jennifer Jill menyebut JPU sepakat dengannya kalau istri Ajun Perwira itu wajib menjalani rehabilitasi atas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

"Kita sudah mendengar tuntutan dari JPU kepada saudara JJ (Jennifer Jill), bahwa concern kami terhadap tuntutan itu adalah kejaksaan dalam hal ini sepakat terhadap saudara JJ dilakukan rehab," kata Sahala Siahaan usai sidang tuntutan Jennifer Jill, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (26/7/2021).

Sahala merasa bahwa keadilan untuk Jennifer sudah terjawab dalam tuntutan JPU, yang mengarahkan vonis hakim kepada rehabilitasi.

"Karena pemakai itu seyogyanya direhab. Itu concern kami," ucapnya.

Sahala mengatakan pihak Jennifer Jill Armand Supit akan melakukan pledoi atau membacakan nota pembelaan, dalam sidang berikutnya yang digelar pada 2 Agustus 2021.

"Dalam nota pembelaan kami juga akan memperjuangkan bagaimana di dalam pembelaan itu, seorang yang melakukan penyalahgunaan, rehab lah yang terbaik," jelasnya.

Sahala menyebutkan bahwa pengguna narkotika harus direhab sudah diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung, didalam UU bahwa terdakwa kasus narkotika dengan barang bukti dibawah satu gram, wajib hukumnya menjalani rehabilitasi.

"Bahwa seorang daripada pemakai atau korban itu wajib direhab," tegasnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas