Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Ada Penghasut di Balik Konflik Sambo dan Putri Candrawathi hingga Picu Pembunuhan Brigadir J, Siapa?

Dugaan adanya penghasut di balik pertengkaran Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diungkap oleh Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Ada Penghasut di Balik Konflik Sambo dan Putri Candrawathi hingga Picu Pembunuhan Brigadir J, Siapa?
Kolase Tribunnews
Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi dan Brigadir J 

TRIBUNNEWS.COM - Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J, mengungkap percakapan adik almarhum Brigadir J dengan Putri Candrawathi.

Berdasarkan percakapan di Whatsapp, menurut Kamaruddin, tidak ada kehormatan Ferdy Sambo  yang dirusak oleh almarhum.

Demikian pula berkait pelecehan terhadap Putri yang sempat dituduhkan pada Brigadir J saat di Duren Tiga, Jakarta Selatan dan di Magelang, Jawa Timur.

Tuduhan pelecehan, menurut Kamaruddin, mudah sekali dipatahkan.

"Ibu itu happy," ucap Kamaruddin seperti dikutip dari Youtube Kompas.TV.

Namun, Kamaruddin menyebut ada ajudan lain berinisial D yang menghasut Ferdy Sambo hingga memicu kemarahannya terhadap Brigadir J.

Bahkan karena hasutan itu, Ferdy Sambo terlibat pertengkaran dengan Putri Candrawathi, sang istri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hasutan yang memprovokasi Bapak Ferdy Sambo dan istrinya. Oh ajudan ini pakai parfum sama dengan parfum yang dipakai ibu," kata Kamaruddin.

"Kemudian menghasut bahwa almarhum ini pernah menembak foto Pak Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam, menghasut Pak Ferdy Sambo seolah-olah almarhum ini membocorkan rahasia Pak Ferdy Sambo sehingga memicu pertengkaran ibu dengan bapak, dan menyebabkan ibu jadi sakit," terang Kamarddin.

Kamaruddin mengklaim memiliki bukti atas ucapan yang disampaikannya tersebut.

Baca juga: Komisioner KPAI: Negara Harus Lindungi Anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

"Ada (buktinya. Rekaman elektroniknya. percakapan elektronik. Whatsapp," ucap Kamarduddin.

Kamaruddin mengaku sudah melaporkan dugaan tersebut dan menyerahkan bukti percakapan Whatsapp ke pihak berwajib.

Bukti tersebut berkali-kali ditolak. Alasan penyidik, menurut Kamaruddin, biar hal itu tertuang di BAP.

Makanya, Kamaruddin mengaku belum puas terhadap penetapan lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini.

Ia pun menginginkan Polri juga menetapkan ajudan inisial D ini ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas