Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Hobi Makan, Alasan Sendy Wilson Jadi Food Blogger

Sendy Wilson termasuk orang yang penasaran untuk mencoba berbagai menu baru yang sedang booming.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Hobi Makan, Alasan Sendy Wilson Jadi Food Blogger
dok pribadi
Sendy Wilson, seorang konten kreator. 

Ditolak Ngonten di Warung Manado

Sejauh ini, sebagai seorang food blogger, konten Sendy di Instagram maupun di TikTok lebih mengulik makanan ala kaki lima, seperti bakso, mie ayam, gado-gado, sate ayam, dan sebagainya.

Yang menarik, hampir di semua konten yang dipostingnya, Sendy jarang sekali menampakkan wajahnya. 

Hal ini ia maksudkan untuk mengarahkan viewer agar lebih fokus ke makanannya, mulai dari proses memasaknya, hingga bumbu-bumbu apa yang digunakan.

Untuk berburu menu makanan yang akan dijadikan konten, Sendy meluangkan waktu khusus dalam satu minggu.

Waktu tersebut hanya ia gunakan untuk berburu konten.

Biasanya ia mendatangi  tempat makan  yang sedang viral, atau mencari referensi sendiri makanan apa yang cocok dijadikan konten.

Rekomendasi Untuk Anda

Kalau memang bukan menyangkut endorsement, kata Sendy, mempromosikan makanan yang ia datangi sendiri itu  free alias tanpa dipungut biaya.

Tapi tidak berarti semuanya berjalan mulus.

Buktinya, Sendy pernah ditolak untuk ngonten di sebuah warung yang menjual masakan Manado.

“Hehe … iya saya pernah punya pengalaman mau ngeliput untuk konten malah nggak dikasih ijin sama yang punya warung. Padahal jualannya di garasi rumah dan tempatnya sepi gitu. Akhirnya saya beli makanannya dan makan di rumah. Ternyata rasanya not bad, enak. Sayangnya malah nggak mau dipublikasikan,” cerita Sendy.

Kini Sendy memang sudah merasakan manisnya cuan dari profesi konten kreator yang digelutinya.

Akunya dalam satu bulan, ia menerima minimal 20 endorsment.

Bahkan kalau hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Natal, dan Imlek, endorsement-nya bisa mencapai hingga 30-an.

“Ada yang produknya dikirim ke rumah, ada juga yang mengundang kita harus visit ke lokasi jualannya. Biasanya kalau menjelang Idul Fitri, Natal dan Imlek, permintaan endorsement untuk produk makanan meningkat pesat,” ungkap pemuda yang hanya mengandalkan iPhone dan perangkat lighting dalam membuat konten ini.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas