Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan

Denada adalah seorang penyanyi, bintang film, sekaligus model yang berasal dari Jakarta. Ia merupakan anak dari penyanyi senior Emilia Contessa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
PROFIL DENADA - Denada saat ditemui usai mengajar kelas Zumba bersama Zes, di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (24/9/2022). Ini profil dan sosok penyanyi Denada. 

Sejumlah album yang pernah ia telurkan pada saat memulai kariernya di antaranya yakni berjudul Kujelang Hari (1994), Ini Album Gue (1997), Awal Baru (2000), dan Call Me Dena.

Di saat kariernya sedang berada di puncak, Denada justru memiliki untuk melanjutkan pendidikannya di Australia.

Setelah itu, ia kembali ke tanah air pada 2000-an dan melanjutkan kariernya sebagai penyanyi.

Baca juga: Potret Denada Tiba di Rumah Duka,  Khusyuk Berdoa di Samping Jenazah Emilia Contessa

Saat itu, ia beralih ke aliran musik dangdut.

Sejumlah karya album dangdut yang pernah Denada rilis di antaranya yakni Matahari, Dangdut Gaul, Mae, ST, hingga One Stop Dangdut.

Sepanjang kariernya sebagai penyanyi, Denada sudah pernah berhasil meraih penghargaan musik, salah satunya adalah Anuegerah Musik Indonesia 2005.

Selain berkarier sebagai penyanyi, Denada juga sempat menjajal dunia peran.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia pernah terlibat dalam sinetron yang berjudul Jumirah ke Hollywood, Nyari Bini (2004), Rahasia Ilahi, hingga Cahaya Surga.

Ia juga sempat bermain di dalam film Kau & Aku Cinta Indonesia (2014), Suka-Suka Super 7 & Idola Cilik dalam Habis Gelap Menuju Terang, Bulan di Atas Kuburan (2015), dan Bulan Darah (2025).

Politikus

Denada Tambunan sempat mencoba peruntungan di dalam dunia poltik.

Pada Pileg 2019, ia pernah maju mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI.

Kala itu, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dari dapil Jatim 8.

Saingan Denada saat itu adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (149.916 suara), dan politisi senior Partai Golkar (73.600 suara).

Keduanya berhasil lolos ke Senayan.

Akan tetapi, Denada hanya mendapatkan 43.573 suara, sehingga ia gagal melaju ke Senayan,

(Tribunnews.com/Rakli)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas