Jangan Terlalu Pagi, Ini Saran Dokter Jam Bangun Anak yang Efektif
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar anak-anak masuk sekolah pukul 06.00. Usulan tersebut jadi perdebatan.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Willem Jonata
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar anak-anak masuk sekolah pukul 06.00.
Sebagai kompensasi mantan Bupati Purwakarta ini akan memberikan tambahan libur pada hari Sabtu.
Hal ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Dokter spesialis anak, anak-anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A, menyatakan ketidaksetujuannya pada aturan itu.
Ia mengatakan, anak yang bangun terlalu pagi berisiko mengalami kelelahan dan mengganggu tumbuh kembangnya.
Baca juga: Selain Atur Jam Sekolah, Dedi Mulyadi Akan Hapus PR bagi Siswa: Tugas Tak Dibawa Jadi Beban di Rumah
"Kurang setuju, karena di negara-negara maju tidak ada anak sekolah masuk jam 6 pagi. Saat anak-anak masuk sekolah jam 6 pagi berarti dia harus bangun jam 5 untuk siap-siap. Hal yang sama juga akan dilakukan orangtua karena menyiapkan berbagai keperluan anak sekolah," ungkap dr Ian dalam temu media baru-baru ini.
Anak yang terlalu cepat bangun pagi mungkin mengalami kekurangan jam tidur di malam hari.
Kondisi ini berdampak pada perkembangan kognitif dan emosional anak.
Anak bisa menjadi kurang fokus dalam menerima pelajaran di sekolah.
Selain itu juga mengganggu masalah perilaku pada anak.
"Anak yang bangun pagi biasanya tampak kelelahan sehingga membuat tidak efektif saat belajar di kelas," tutur dia.
Jam Bangun Anak yang Disarankan
Dokter Ian menyarankan agar anak bangun teratur pada pukul 06.00 dan siap beraktivitas pada pukul 07.00.
Dengan catatat, anak harus tidur pada malam hari dengan cukup.