Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Kondisi Psikis Anak-anak setelah 4 Hari Mpok Alpa Meninggal Dunia

Mpok Alpa meninggal dunia, keempat anaknya masih merasakan kehilangan hingga Aji Darmaji alias Idung mengungkapkan kondisi psikis.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kondisi Psikis Anak-anak setelah 4 Hari Mpok Alpa Meninggal Dunia
Wartakota/Arie Puji Waluyo
PENGAJIAN MPOK ALPA - Tempat pengajian yang menggunakan halaman parkir depan rumah mendiang Mpok Alpa, dihiasi karangan bunga. Diantaranya dri Jokowi dan Rano Karno. Mpok Alpa meninggal dunia, kondisi anak-anaknya diungkap oleh Aji Darmaji pada Senin (18/8/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025), kondisi psikis keempat anaknya diungkap suami, Aji Darmaji alias Idung.

Terhitung sampai Senin (18/8/2025), sudah empat hari Nina Carolina alias Mpok Alpa berpulang setelah berjuang melawan sakit kanker payudara.

Kepergian sang komedian sekaligus presenter program FYP Trans 7 ini, masih menyisakan duka dan rasa kehilangan bagi para sahabat dan terkhusus keluarga.

Idung, suami Mpok Alpa nampak sudah lebih tegar di hari keempat pasca-kepergian sang istri.

Meski terkadang Idung masih merasakan kehadiran Mpok Alpa di sekitarnya.

"Kalau mimpi mah belum, cuman ngerasa kalau Mpok masih ada di sekitar kita. Seperti ciri khas wanginya dia," ucap Idung dalam wawancara di kanal YouTube KH Infotainment.

Namun, keempat anaknya nampak masih merasa kehilangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Diceritakan Idung, putri sulungnya, Sherly masih sering pingsan ketika mengingat mendiang mamanya.

Pun kondisi fisik Sherly juga disebut masih lemah.

"Untuk saat ini yang kita rasain kehilangan orang yang kita sayangi."

"Si kakak masih inget mamanya terus, masih pingsan, masih lemas," ucap Idung.

Baca juga: Suami Belum Kuat Masuk Kamar Usai Mpok Alpa Meninggal Dunia, Memilih Tidur di Ruang Tamu

Sementara putra kedua Mpok Alpa dan Idung, Alfatih Darmadina alias Petong terus dialihkan fokusnya pada kesibukan lain supaya tidak teringat mamanya.

Bocah sembilan tahun ini, pelan-pelan bisa mengerti kepergian mamanya setelah dinasihati oleh Idung.

"Kalau si Petong, dia punya kesibukan sengaja kita aktivitas main. Biar nggak inget mamanya."

"Kita nasihatin pelan-pelan 'dek, mama itu nggak pergi, mama itu nunggu kita, tinggal kita nih kapan bagiannya'," tukas Idung lagi.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas