Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Mention Prabowo hingga Kapolri, Pandji: Sudah Lewat Masanya Minta Maaf, Rakyat Menuntut Lebih

Pandji Pragiwaksono menekankan bahwa kemarahan publik harus dimaknai sebagai sebuah seruan agar lahir perubahan nyata yang lebih baik. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Mention Prabowo hingga Kapolri, Pandji: Sudah Lewat Masanya Minta Maaf, Rakyat Menuntut Lebih
Tribunnews.com / M Alivio Mubarak
PANDJI LAYAT GUSTIWIW - Pandji Pragiwaksono di rumah duka Gustiwiw, Minggu (15/6/2025). 

TRIBUNNEWS.COM – Duka dan amarah publik kembali menyeruak setelah peristiwa tragis menimpa seorang pemuda bernama Affan Kurniawan (21). 

Ia tewas setelah ditabrak dan dilindas kendaraan taktis atau rantis Brimob, dalam sebuah aksi, Kamis (28/8/2025) malam.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik insiden tersebut. 

Bagi banyak pihak, peristiwa ini sulit diyakini sebagai sebuah ketidaksengajaan. 

Baca juga: Soal Tewasnya Affan Kurniawan, Rieke Diah Pitaloka Minta Presiden Prabowo Evaluasi Kepolisian RI

Komika Pandji Pragiwaksono menjadi salah satu suara lantang yang menyuarakan keresahan tersebut.

"Tadi malam Indonesia melihat sebuah mobil bara kuda brimob menabrak dan melindas seorang pemuda 21 tahun bernama Affan Kurniawan."

"Kalau dilihat dari videonya, kecil sekali kemungkinan mobil tersebut tidak sengaja menabrak Afan," tegas Pandji, dilansir dari akun Instagram miliknya, Jumat (29/8/2025). 

Kemarahan Rakyat yang Tak Bisa Ditutupi

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Pandji, peristiwa ini bukan kasus tunggal. 

Ia menyebut brutalitas aparat terhadap rakyat sudah berulang kali terjadi, dengan deretan nama korban yang seharusnya dilindungi justru menjadi tumbal kekerasan.

Baginya, saat ini rakyat tidak sedang dalam kondisi untuk berdialog, melainkan sedang marah. 

"Anda tidak bisa berdialog dengan orang yang lagi marah. Terima saja," kata Pandji dalam pernyataannya.

Komika yang juga dikenal sebagai aktivis sosial ini menekankan bahwa kemarahan publik harus dimaknai sebagai sebuah seruan agar lahir perubahan nyata, yang lebih baik. 

Tidak cukup hanya dengan permintaan maaf atau santunan. 

"Sesuatu harus lahir dari kejadian ini. Sudah terlalu sering brutalisme aparat terhadap rakyat terjadi sehingga ini sudah tidak bisa lagi jadi momen yang hanya menghasilkan turut berduka," tambahnya.

Desakan ke DPR, Kapolri, hingga Presiden

Pandji mengarahkan sorotannya kepada tiga pihak yaitu DPR, Kepolisian, dan Presiden. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas