Mental Sehat Itu Bukan Tak Pernah Sedih, Ini Empat Ciri yang Sebenarnya
Banyak juga yang belum benar-benar paham, seperti apa sebenarnya kondisi seseorang yang dikatakan “sehat secara mental”.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang kini lebih terbuka membicarakan soal kesehatan mental.
Namun, masih banyak juga yang belum benar-benar paham, seperti apa sebenarnya kondisi seseorang yang dikatakan “sehat secara mental”.
Baca juga: Cara Mudah Mengenali Tanda Awal Gangguan Kesehatan Mental
Menurut spesialis kedokteran jiwa dari Rumah Sakit Dr. Soeharto Heerdjan Dr. Hilda Marsela, Sp.KJ, toxic menjelaskan, sehat mental bukan berarti seseorang tidak pernah sedih, marah, takut, atau cemas.
Sebaliknya, orang yang sehat secara mental justru mampu beradaptasi dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang yang sehat secara mental bukan berarti gak pernah sedih atau marah. Yang penting adalah mereka mampu beradaptasi, mampu mengatasi stres, dan tetap berfungsi sebagai manusia,” ujar dr Hilda pada talkshow kesehatan virtual, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, ada beberapa ciri utama seseorang yang sehat secara mental.
Pertama, mereka mengenali dan mengembangkan potensinya.
Kedua, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik di keluarga, pekerjaan, maupun pertemanan.
Ketiga, mereka produktif dan bisa berkontribusi terhadap masyarakat di sekitarnya.
Dan keempat, mampu menghadapi stres dalam keseharian, termasuk hal-hal kecil seperti menunggu antrean atau menghadapi kesalahan yang tidak disengaja.
Dr Hilda menekankan, selama indikator-indikator itu terpenuhi, seseorang masih tergolong sehat secara mental.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah melakukan self-diagnose atau menganggap diri “tidak sehat mental” hanya karena sedang merasa sedih atau cemas.
*Kenali Tanda-Tanda Gangguan Mental Lewat “3P”*
Selain memahami tanda sehat, penting juga mengenali tanda-tanda awal ketika seseorang mulai mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya.
Dr Hilda menyebut ada kata kunci sederhana untuk mengenalinya, yaitu 3P: Pikiran, Perasaan, dan Perilaku.
“Perubahan dalam 3P ini biasanya jadi tanda awal gangguan mental. Misalnya pikiran jadi negatif terus, perasaan cemas berlebihan, atau perilaku yang mulai berubah,” jelasnya.
Perubahan pikiran bisa berupa kesulitan berkonsentrasi, merasa putus asa, atau muncul pikiran yang tidak wajar.
Perubahan perasaan ditandai dengan sedih berkepanjangan, mudah marah, kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai, atau bahkan perasaan bahagia yang berlebihan tanpa sebab jelas.
Sedangkan perubahan perilaku bisa terlihat dari menarik diri dari lingkungan, melukai diri sendiri, marah berlebihan, atau melakukan tindakan impulsif seperti berbelanja tanpa kendali.
Selain 3P, dr Hilda juga mengingatkan tanda penting lain, fungsi harian yang terganggu.
Misalnya, performa kerja menurun, tidak mau bersosialisasi, atau malas merawat diri seperti tidak mandi atau berhenti berdandan.
“Kalau sudah sampai fungsinya terganggu, itu artinya kita perlu pertolongan profesional,” imbuhnya.
Ia menegaskan, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Mengenali tanda-tanda awal dan mencari bantuan sejak dini dapat membantu seseorang pulih lebih cepat dan kembali berfungsi optimal dalam kehidupannya.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.