Kisah Fedi Nuril Pensiun Sebagai Kiper Tarkam Langsung Banting Stir Kerja di Pasar
Fedi Nuril memutuskan untuk pensiun sebagai kiper dalam pertandingan sepak bola antarkampung alias tarkam.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Fedi Nuril berperan sebagai Warto di film 'Bapakmu Kiper'.
- Dalam film ini, Fedi Nuril memutuskan untuk pensiun sebagai kiper di pertandingan sepak bola antar kampung alias tarkam.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fedi Nuril memutuskan untuk pensiun sebagai kiper dalam pertandingan sepak bola antarkampung alias tarkam.
Setelah pensiun, Fedi memilih untuk kerja di pasat dan menjaga kios sebagai ganti pekerjaannya.
Baca juga: Puadin Redi Ingin Dimas Seto Jadi ‘Penerus’ Fedi Nuril, Spesialis Karakter Poligami di Film
Namun itu bukan dalam kehidupan sebenarnya, melainkan dalam perannya sebagai Warto di film 'Bapakmu Kiper'.
Warto adalah mantan kiper andalan klub Serigala Sakti yang kini menjalani hidup sederhana sebagai pedagang ikan di pasar.
Dikatakan Ferdi Warto digambarkan sebagai kiper bertalenta yang harus mengakhiri kariernya lebih awal dan berjuang menghidupi keluarga.
“Dia si Warto kiper yang jago, tapi sudah pensiun," ujar Fedi Nuril ditemui di kawasan Tangerang, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Fedi Nuril Tidak Menyesal Dicap Artis Poligami karena Akting Suami 2 Istri
"Akhirnya bekerja di pasar, punya kios dan jualan ikan,” lanjut Fedi.
Fedi punya pandangan khusus soal pertandingan tarkam bukan yang ternyata sekadar pertandingan sepak bola, melainkan potret sosial yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.
“Tarkam ini tidak hanya sport, ada bisnisnya, segala macam. Dan itu Indonesia banget," ucapnya.
"Tentunya itu yang disukai penonton Indonesia karena mereka bisa relate,” sambung Fedi
Dalam film ini, Warto menjadi ayah dari Dino, karakter yang diperankan oleh Ali Fikry.
Dino adalah remaja 18 tahun yang menyimpan mimpi besar untuk bisa bermain di Liga 2 dan ingin mewujudkannya bersama sang ayah sebagai pasangan emas di lapangan hijau.
“Dino ini punya mimpi sejak kecil buat main di Liga 2. Dia pengin main bola sama bapaknya karena mau menjadi pasangan emas,” ungkap Ali Fikry.
Bapakmu Kiper mengisahkan relasi ayah dan anak yang rumit. Dino meyakini kematian ibunya adalah kesalahan Warto, yang selain dikenal sebagai jago tarkam, juga terjerat judi bola.
Jarak emosional keduanya menjadi konflik utama, hingga kesempatan Dino untuk keluar dari kehidupan kampung datang lewat Tarkam Super Cup, ajang pencari bakat terakhir sebelum pintu liga profesional tertutup rapat.
Masalah muncul ketika tim andalan Dino direbut pihak lain jelang final. Demi menebus kesalahan masa lalu, Warto nekat membentuk tim baru yang berisi para pemain Serigala tua.
Dengan kondisi fisik yang tak lagi prima, persiapan minim, hingga keputusan meminta bantuan dukun, Warto mempertaruhkan segalanya demi masa depan sang anak.
Selain Fedi Nuril dan Ali Fikry, film ini juga dibintangi Tanta Ginting, Augie Fantinus, Neysa Chandria, serta sejumlah aktor lainnya. Naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut.
Tak hanya mengangkat kisah ayah dan anak, Bapakmu Kiper juga mengeksplorasi dunia tarkam sebagai ruang tumbuhnya bakat muda.
Ambisi, hingga solidaritas, dengan sentuhan komedi dan visual khas. Proses syuting film ini dijadwalkan mulai berlangsung pada 18 Desember 2025.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.