Lakukan Gerakan Akrobatik di Adegan Laga Tanpa Pemeran Pengganti, Tora Sudiro Sarafnya 'Kecetit'
Tora Sudiro kembali menunjukkan totalitasnya dalam berakting dan kualitasnya sebagai pemeran utama. Ia rela merasakan sakit pada badannya.
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Tora Sudiro totalitas berakting sampai rela merasakan sakit pada badannya.
- Sang aktor mengaku badannya kecetit saat melakukan adegan laga.
- Tak ada pemeran pengganti yang membantunya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Tora Sudiro kembali menunjukkan totalitasnya dalam berakting dan kualitasnya sebagai pemeran utama. Ia rela merasakan sakit pada badannya.
Dalam film terbarunya berjudul 'Janur Ireng', Tora Sudiro mengaku melakoni sendiri adegan fighting. Ia melakukannya tanpa bantuan pemeran pengganti alias stuntman.
Baca juga: Tora Sudiro Kesulitan Belajar Tari Surabayaan Demi Peran di Janur Ireng
Bahkan dalam salah satu adegan, Tora Sudiro harus melakukan aksi laga dengan Marthino Lio, hingga akrobatik yang cukup menguras tenaga.
“Kalau adegan fighting itu sebenarnya ada latihannya. Dua bulan sebelum syuting sudah latihan terus, jadi ya minim kecelakaan,” kata Tora Sudiro ketika ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025) malam.
Karena tidak menggunakan pemeran pengganti, suami Mieke Amalia ini pun sempat mengalami cedera kecil usai melakoni adegan laga.
Baca juga: Tora Sudiro Kini Banyak Habiskan Aktivitas Main Bareng Cucu
"Badan saya kecetit satu dua tempat, tapi aman," ucapnya seraya tertawa.
Kecetit adalah istilah untuk menggambarkan gangguan tubuh yang terjadi akibat saraf yang terganggu.
Alasan Tak Memakai Pemeran Pengganti
Mantan pemain sketsa komedi 'Extravaganza' ini memberikan alasan unik, mengapa ia tidak menggunakan pemeran pengganti saat melakoni adegan laga.
"Enggak pakai stunt aku. Mana ada stunt yang segede gini?" ungkapnya.
Soal durasi pengambilan gambar adegan laga, Tora menyebut prosesnya relatif singkat. Ia melakukannya totalitas dengan lawan main.
"Satu hari… satu atau dua hari gitu. Satu jam," katanya seraya tertawa.
Tora Sudiro juga mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Marthino Lio sebagai lawan main. Menurutnya, Lio sudah sangat berpengalaman dalam adegan laga.
“Lio itu sudah jago, kayak orang dance, ada yang lead. Nah, si Lio bisa nge-lead aku, jadi lebih enak,” jelasnya.
Secara keseluruhan, proses syuting film ini memakan waktu sekitar satu bulan. Namun, Tora Sudiro haris melakukan pendekatan dan pembangunan chemistry dengan Marthino Lio jauh sebelum proses syuting berlangsung.