Insan Geger Cari Penyebar Rekaman CCTV, Pihak Mawa Heran: Sampai Detik Ini Tidak Ada yang Punya
Insanul Fahmi masih geger mencari dalang di balik penyebaran rekaman CCTV, Pihak Mawa heran karena video tidak ada yang tersebar.
Penulis:
Siti Nurjannah Wulandari
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Insanul Fahmi geger mencari penyebar rekaman CCTV dirinya dengan Inara Rusli
- Pihak Mawa justru heran dengan sikap tersebut karena dianggap keluar dari substansi tudigan perzinaan
- Ia menegaskan tidak ada satu pihak yang memiliki rekaman CCTV
TRIBUNNEWS.COM - Pengusaha Insanul Fahmi masih geger mencari dalang di balik penyebaran rekaman CCTV yang diduga merekam dirinya dengan Inara Rusli.
Video tersebut menjadi perbincangan setelah Wardatina Mawa menjadikan rekaman berdurasi dua jam tersebut, sebagai bukti atas laporan dugaan perzinaan.
Tak fokus pada kasus dugaan perzinaan, Insan justru menguliti siapa yang menyebar video tersebut.
Bahkan pengusaha asal Medan itu, bertindak serius dengan berniat menjebloskan penyebar ke penjara lewat laporan ilegal akses.
Pihak Mawa memberi tanggapan atas aksi Insan yang dinilai keluar dari substansi.
Kuasa hukum Mawa, Fedhli Faisal menegaskan agar publik atau pihak Insan tak membahas di luar dugaan perzinaan.
"Jangan sampai persoalan utama kasus ini, yaitu laporan kami terkait dugaan tindak pidana perzinahan Pasal 284 KUHP, justru hilang karena membahas persoalan di luar itu," kata Fedhli Faisal dikutip dari YouTube Intens Investigasi pada Jumat (26/12/2025).
Terkait tudingan Mawar menyebarkan atau mengakses CCTV secara ilegal, Fedhli merasa tuduhan tersebut tidak benar.
"Rekaman itu ibarat cermin. Cermin hanya memantulkan kenyataan. Apabila kenyataannya tidak benar, jangan salahkan cerminnya," tegasnya.
"Posisi klien kami adalah korban. Dia mendapatkan informasi dari orang lain terkait fakta hubungan fisik tersebut," ucap Fedhli.
Baca juga: Laporan Polisi Insanul Fahmi terhadap Wardatina Mawa Tak Hentikan Proses Hukum Kasus Perzinaan
Rekan Fedhli, Darma Praja Pratama juga heran dengan tudingan penyebaran video yang muncul.
Pasalnya hingga detik ini, tidak ada pihak yang memiliki rekaman CCTV yang digunakan Mawa sebagai bukti ke Polda Metro Jaya.
"Saya bingung ya, itu dijual seperti apa. Sampai detik ini satupun tidak ada yang punya, satupun tidak ada yang memiliki."
"Apa pernah ada yang melihat? Gak pernah kan? Karena Mawa langsung diberikan pada penyidik, jadi kalau ada statement jual atau apapun kita gak tahu dan ada gak yang punya?" tegas Darma Praja.
Pihak kuasa hukum masih enggan memberi tahu siapa sosok pengirim video CCTV yang didapat Mawa.
Baca tanpa iklan