Pertemuan Berujung Buntu, Suami Boiyen Disomasi Kedua Terkait Dugaan Penipuan Dana
Meski sudah bertemu langsung, tak ada kejelasan yang didapat. Pihak korban akhirnya melayangkan somasi kedua kepada suami Boiyen.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Salma Fenty
Nyatanya, pertemuan yang berlangsung di sebuah tempat kopi tersebut tidak membuahkan kepastian apa pun.
Sehingga pihaknya memutuskan untuk melayangkan somasi kedua kepada yang bersangkutan.
"Pertemuan berlangsung di tempat kopi, tetapi tidak menghasilkan kepastian apa pun."
"Karena tidak ada titik temu dan tidak ada kejelasan, maka kami memberikan somasi kedua kepada yang bersangkutan," pungkasnya.
Kronologi Awal
Sebelumnya, Santo juga sempat membeberkan kronologi awal kliennya terkena penipuan oleh suami Boiyen.
"Ada sebuah peristiwa dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan public figure, baru kemarin menikah," buka Kuasa Hukum korban, Santo Nababan dikutip dari YouTube Intens Investigasi pada Selasa (23/12/2025).
"Ceritanya dia punya usaha namanya Sateman Indonesia. Jadi Sateman Indonesia ini membutuhkan investor, jadi klien kami ini adalah investor yang berinvestasi di usaha tersebut," lanjutnya.
Santo menerangkan, investasi tersebut bermula pada awal Agustus 2023.
"Nah 5 Agustus 2023, public figure ini yang berinisial RAA, suami dari BP atau sering nama panggungnya Boiyen, berkomunikasi dengan klien kami menghubungi melalui kuasa menyampaikan bahwa usaha beliau yang berada di Sleman, Yogyakarta membutuhkan dana untuk pengembangan usaha," terang Santo.
Dalam proposal yang dikirim Rully, Sateman Indonesia disebut memiliki pendapatan hingga ratusan juta.
Rully pun menjanjikan bagi hasil 70:30 bagi investor.
"Jadi di dalam chat-nya beliau mengirimkan proposal kepada klien kami, proposal ini disampaikan adanya penawaran investasi. Di dalam penawaran investasi ini beliau menjanjikan adanya pembagian untung, yaitu 70 persen untuk founder atau pengelola, 30 persen untuk investor," beber Saturan.
"Di sini juga beliau menyampaikan adanya profit pendapatan dari usaha tersebut bahwa di sini dikatakan pendapatan enam bulan terakhir itu lumayan besar, dari Rp87 juta sekian sampai Rp119 juta. Jadi karena proposal ini, atas komunikasi yang baik atau atas permintaan RAA tersebut sehingga klien tersebut mempertimbangkan untuk berinvestasi," lanjurnya.
Rully awalnya mengirim bukti laporan keuangan hingga membagi hasil sesuai kesepakatan selama lima bulan.
Namun setelah lima bulan tersebut, Rully menghilang dan tak pernah ada kabar untuk menghubungi klien Santo Nababan.
Baca tanpa iklan