Tak Terima Dituduh Pelakor Hingga Dapat Bully di Media Sosial, Serlina Siap Tempuh Jalur Hukum
Serlina menegaskan dirinya menjadi korban fitnah, cyber bullying, serta body shaming yang berpotensi merusak reputasi dan kariernya
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Selebgram Shelley Soju menuding agen properti Serlina Era memeluk suaminya di klub malam PIK, hingga Serlina diserang fitnah dan body shaming di media sosial.
- Serlina membantah tuduhan, menegaskan tidak mengenal Shelley, dan menantang bukti konkret dari influencer itu.
- Ia menyoroti dampak moral dan profesional, serta menuntut permintaan maaf publik jika tuduhan tidak terbukti.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nama selebgram Shelley Soju kembali jadi buah bibir di media sosial.
Hal itu karena dirinya menuding Serlina Era, seorang agen properti memeluk suaminya saat berada di sebuah klub malam di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) pada 20 Desember 2025 lalu.
Shelley bahkan menyebut Serlina melakukan aksinya dengan modus sebagai sales properti dan mengunggah kemarahannya disertai identitas akun Serlina.
Serlina Era pun akhirnya angkat bicara terkait tuduhan sebagai perebut laki orang (pelakor) yang dilayangkan Shelley Swetlana alias Shelley Soju.
Serlina menegaskan dirinya menjadi korban fitnah, cyber bullying, serta body shaming yang berpotensi merusak reputasi dan kariernya.
Melalui pernyataan klarifikasi terbuka di media sosial, Serlina mengaku sempat memilih diam meski namanya terus diseret dalam unggahan viral di media sosial.
Baca juga: Sosok Diva Azzura, Selebgram yang Diduga Pacar Baru Na Daehoon setelah Resmi Cerai dari Jule
Namun, ia merasa perlu bicara karena posisinya sebagai perantau dan pekerja sales dinilai tidak seimbang dengan seorang influencer yang memiliki banyak pengikut.
"Saya sempat memilih untuk diam karena saya percaya tidak semua hal perlu ditanggapi," kata Serlina dikutip Tribunnews.com, Selasa (30/12/2025).
"Namun saya hanyalah seorang sales yang baru merantau ke Jakarta, tentu posisi saya berbeda dengan beliau yang memiliki banyak pengikut,” ujarnya.
Serlina juga menyoroti adanya body shaming yang menyertai tuduhan tersebut. Ia mempertanyakan etika menjadikan fisik seseorang sebagai bahan serangan di ruang publik.
"Saya menerima kondisi fisik saya apa adanya. Tapi apakah pantas ciptaan Tuhan dijadikan bahan body shaming?” ucapnya.
Menanggapi tudingan tersebut, Serlina dengan tegas membantah seluruh klaim itu.
Ia menyebut tidak mengenal Shelley maupun suaminya dan datang ke klub hanya untuk merayakan ulang tahun bersama empat temannya, tanpa duduk satu meja dengan pihak yang menuduhnya.
“Menuduh seseorang tanpa bukti konkret hanya dengan kata orang menunjukkan betapa mudahnya fitnah disebarkan tanpa tanggung jawab,” tegas Serlina.