Inara Rusli Minta Isbat Nikah, Derry Sulaiman Peringatkan: Ada Istri Terzalimi, jadi Nggak Benar
Ustaz Derry Sulaiman soroti keinginan Inara Rusli yang ingin ajukan isbat nikah, meski belum mengantongi restu Mawa.
Penulis:
Salma Fenty Irlanda
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Ustaz Derry Sulaiman menanggapi permintaan Inara Rusli untuk mengajukan isbat nikah.
- Derry menyindir Inara yang mau dipoligami tanpa restu.
- Dia juga menyoroti sikap serakah Insan yang memaksakan poligami.
TRIBUNNEWS.COM - Ustaz Derry Sulaiman menanggapi keinginan Inara Rusli untuk mengajukan isbat nikahnya dengan Insanul Fahmi.
Polemik rumah tangga pengusaha asal Medan, Insanul Fahmi dengan Inara Rusli dan juga Wardatina Mawa turut menjadi perhatian Ustaz Derry Sulaiman.
Sahabat sekaligus penasihat spiritual Inara Rusli ini menyesalkan kegaduhan yang ditimbulkan mantan istri Virgoun tersebut.
Derry menjadi salah satu sosok yang dikenalkan Inara dengan Insan sebelum masalah ini ramai.
Namun, kepada Derry, Inara masih menyebut Insan sebagai calon suami kala itu.
Dia tak mengetahui adanya pernikahan siri di antara keduanya.
Kini, Derry ikut menyoroti kemauan Inara dipoligami Insan yang masih memiliki istri sah, Mawa.
Hampir dua bulan lamanya masalah ini bergulir, Insan dan Inara belum mendapatkan restu dari Mawa.
Malahan, Mawa melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya dengan perzinaan dan perselingkuhan.
Hal itu turut disesalkan oleh Derry.
Eks gitaris band Betrayal ini mengaku, isbat nikah yang diinginkan Inara untuk mengesahkan pernikahannya dengan Insan sebenarnya sah dilakukan.
Baca juga: Polisi Tegaskan Perkara Perzinaan dan Perselingkuhan Inara Rusli - Insan Tak Berakhir Perdamaian
Namun, secara sosial bukan keputusan yang baik.
"Kalau sudah bercerai ya bisa saja (diajukan isbat nikahnya), tapi kan jadi masalah juga kan, masuk ke rumah tangga orang jadi bercerai kan, jadi enggak baik secara sosial kan," papar Derry, dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, seharusnya Inara menyelesaikan masalahnya satu per satu terlebih dahulu.
"Jadi mestinya diselesaikan dulu urusan satu-satu. Kalau memang masuk sekarang menjadi poligami, mestinya dapat restu istri pertama," ungkapnya.
Baca tanpa iklan