Betapa Emosinya Marshanda Tahu Niat Jahat Stefan William
Selama ini Marshanda mengenal Stefan William sebagai pria yang baik. Ia tak menyangka Stefan punya niat buruk.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Selama ini Marshanda mengenal Stefan sebagai pria yang baik. Makanya, ia sangat emosional ketika tahu Stefan mengincar nyawanya.
- Namun itu, bukan dalam kehidupan sebenarnya melainkan dalam series Melindungimu Selamanya
- kelanjutannya series Melindungimu Selamanya tayang setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB di platform WeTV
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis peran Marshanda sama sekali tak menyangka ketika tahu Stefan William punya niat buruk padanya.
Selama ini Marshanda mengenal Stefan sebagai pria yang baik. Makanya, ia sangat emosional ketika tahu Stefan mengincar nyawanya.
Namun itu, bukan dalam kehidupan sebenarnya melainkan dalam series Melindungimu Selamanya.
Dalam episode terbaru series itu, cerita memasuki momen dramatis karena semakin membuka masa lalu Galang yang diperankan oleh Stefan William.
Sosok yang dahulu berjanji akan menjadi pelindung bagi Nadia diperankan oleh Marshanda itu kini terungkap sebagai orang yang berada di balik ancaman terhadap nyawanya.
Kenyataan pahit tersebut diketahui Nadia dari pemilik rumah kos tempat ia selama ini bersembunyi dari kejaran pembunuh bayaran.
Diliputi kekecewaan dan luka emosional, Nadia akhirnya memutuskan kembali ke rumah keluarganya bersama sang tunangan, Timothy yang diperankan oleh Arya Vasco.
Namun, perjalanan pulang tersebut berubah menjadi momen penuh ketegangan ketika keduanya tiba-tiba dihadang oleh Galang.
Jika sebelumnya Galang menghadang Nadia dengan niat menghabisi nyawanya, kali ini ia justru ingin menjelaskan alasan di balik perbuatannya.
Sayangnya, kekecewaan Nadia telah terlanjur mendalam. Ia tak bisa mengendalikan emosi termashk aat Galang berusaha memberi penjelasan.
Setibanya di rumah, kondisi ingatan Nadia belum sepenuhnya pulih. Ia masih diliputi kebingungan dan terus mempertanyakan banyak hal kepada keluarganya, termasuk ayah, ibu, dan kakak tirinya.
Sayangnya, situasi tersebut justru dimanfaatkan oleh sang ibu tiri. Alih-alih membantu memulihkan ingatan Nadia, obat yang diberikan kepadanya justru membahayakan kondisi kesehatannya.
Di sisi lain, Galang yang terpukul setelah rahasianya terbongkar semakin tertekan ketika mengetahui kondisi kesehatan sang ayah yang terus menurun.
Keinginannya untuk menyelamatkan Nadia pun kian menggebu. Galang kemudian berencana pergi ke Jakarta untuk menemui Nadia sekaligus menjenguk ayahnya.
Baca tanpa iklan