Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Profil Kak Seto, Sikap di Masa Lalu soal Kasus Aurelie-Robby Tremonti Jadi Sorotan, Ramai Dirujak

Kak Seto menjadi sorotan di tengah ramainya cerita Aurelie Moeremans yang pernah jadi korban child grooming.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Profil Kak Seto, Sikap di Masa Lalu soal Kasus Aurelie-Robby Tremonti Jadi Sorotan, Ramai Dirujak
TRIBUNJABAR.ID/HANDHIKA RAHMAN
JADI SOROTAN - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi alias Kak Seto berkunjung ke rumah bocah korban rudapaksa di Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu, Jumat (22/12/2023). Kak Seto menjadi sorotan di tengah ramainya cerita Aurelie Moeremans yang menjadi korban child grooming dari seorang aktor, saat masih berusia 15 tahun. 

"Pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan disampaikan berdasarkan pengetahuian, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu."

"Namun, kami menyadari bahwa standar perlindungan anak hari ini menuntut kepekaan, kehati-hatian, dan perspektif yang jauh lebih kuat terhadap potensi manipulasi, tekanan emosional, dan ketimpangan kuasa dalam relasi yang melibatkan anak dan remaja."

"Oleh karena itu, kami menjadikan refleksi atas praktik di masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak ke depan," tuturnya panjang lebar.

Lebih lanjut, Kak Seto menegaskan ia mengecam segala bentuk manipulasi hingga child grooming.

Ia pun menghormati para korban yang berani berbicara atas tragedi yang menimpa mereka.

Atas hal itu, Kak Seto mengajak semua pihak untuk menyikapi isu child grooming dengan penuh empati dan kebijaksanaan.

"Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming."

Rekomendasi Untuk Anda

"Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk dimintai pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa," ujar dia.

"Kami menghormati keberanian siapapun yang memilih bersuara atas pengalaman masa lalunya, dan memandang suara tersebut sebagai pengingat penting agar sistem perlindungan anak terus diperbaiki, diperkuat, dan semakin berpihak pada kepentingan terbaik anak."

"Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi isu ini dengan empati dan kebijaksanaan, dan fokus pada tujuan bersama: menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak Indonesia hari ini dan di masa depan," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas