Album 'Kronik' Dokumentasi Batin Serdadu Sam
Album ini penanda fase baru perjalanan musikal proyek solo Kenny, sekaligus mempertegas karakter Serdadu Sam sebagai entitas musik alternatif.
Penulis: Bayu I.P
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Proses kelahiran album Kronik bukanlah perjalanan singkat, materi album ini sudah mulai dirancang sejak 2021, berangkat dari pengalaman personal
- Melalui Kronik, Serdadu Sam membangun sebuah rangkaian cerita audio-naratif yang tersusun dari 13 trek, layaknya bab-bab dalam buku kehidupan
- Lagu "Dan Akhirnya Selamanya" menjadi salah satu titik emosional terkuat dalam album ini
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Serdadu Sam akhirnya menumpahkan gejolak batin dan pergulatan emosionalnya ke dalam sebuah album penuh bertajuk "Kronik".
Album ini menjadi penanda fase baru perjalanan musikal proyek solo Kenny, sekaligus mempertegas karakter Serdadu Sam sebagai entitas musik alternatif.
Setelah sebelumnya memperkenalkan diri lewat deretan single seperti Kami Adalah Badai, Agrippina, reinterpretasi Setengah Tiang karya Harry Roesli, hingga The Lady with the Sapphire in Her Eyes, kini Serdadu Sam hadir dengan sebuah karya yang lebih utuh, personal, dan konseptual.
Melalui Kronik, Kenny menolak pendekatan album konvensional yang sekadar mengumpulkan lagu.
Ia memilih membangun sebuah rangkaian cerita audio-naratif yang tersusun dari 13 trek, layaknya bab-bab dalam buku kehidupan.
Di dalamnya tersimpan kisah tentang ambisi, ketamakan, kegagalan, perpisahan, pertobatan, kehilangan, hingga semangat untuk terus bertahan dan memperjuangkan hidup yang lebih baik.
Semua tema itu dirangkai sebagai potret kegelisahan batin dan pencarian eksistensi yang jujur, tanpa upaya mempermanis kenyataan.
“Kronik adalah dokumentasi batin. Saya tidak sedang membuat album komersial—saya sedang menulis catatan untuk dipahami, oleh siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya kehidupan, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian,"tutur Kenny di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026).
"Namun tetap harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan,” ungkap Kenny.
Proses kelahiran Kronik bukanlah perjalanan singkat, materi album ini sudah mulai dirancang sejak 2021, berangkat dari pengalaman personal, hasil observasi terhadap lingkungan sekitar, hingga cerita orang-orang terdekat yang kemudian diolah menjadi lirik dan komposisi.
Hampir seluruh lagu dalam album ini ditulis dan diciptakan sendiri oleh Kenny dalam Bahasa Indonesia, kecuali Setengah Tiang yang merupakan reinterpretasi karya Harry Roesli.
Pilihan menggunakan Bahasa Indonesia bukan tanpa tantangan, namun justru menjadi medium yang ia anggap paling jujur untuk menyampaikan emosi.
“Menulis dalam Bahasa Indonesia punya tantangan tersendiri. Saya berusaha menghindari klise, tapi juga tidak ingin terlalu bersayap,” kata Kenny.
Keberanian Serdadu Sam dalam Kronik juga terlihat dari struktur lagu yang tidak tunduk pada pakem industri.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.