Aurelie Moeremans Kaget Terima Banyak Aduan dari Korban Child Grooming setelah Broken Strings Viral
Aurelie Moeremans kini merasakan dampak setelah merilis Broken String, kaget menerima banyak aduan dari para korban.
Penulis:
Ayu Miftakhul
Editor:
Tiara Shelavie
Isu child grooming kini mulai diangkat oleh pemerintah menjadi bahasan penting.
Rieke Diah Pitaloka pun mengimbau agar negara tidak lantas membiarkan pelaku berkeliaran.
"Topik ini masih tabu di Indonesia.
Aku tau, karena aku pernah coba speak up.
2014, aku diserang.
2020, aku coba lagi, tipis-tipis, nothing.
Dan sekarang, 2026, walaupun niat awalnya cuma journaling, akhirnya didengar tanpa victim blaming yang masif," tegas Aurelie.
Wanita yang kini menetap di Amerika dan tengah mengandung anak pertamanya itu, mengungkap alasan kuat mem-publish buku Broken String.
Tidak lain untuk memberi dukungan pada para korban, seperti dirinya.
"Buku ini aku berani publish bukan karena aku paling kuat, tapi karena aku gak mau ada satu orang pun yang merasa sendirian, atau merasa semua ini salah mereka."
Di akhir, Aurelie juga berpesan untuk para korban child grooming yang sudah berani bersuara.
"Terima kasih sudah ada, sudah berani cerita, dan saling jaga.
Kadang aku pengen banget bisa meluk kalian satu-satu." tutupnya.
Baca juga: Pihak Gereja Tempat Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Menikah Buka Suara: Kejadiannya 2011
Bahaya Child Grooming
Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ ikut menanggapi terkait isu child grooming yang kini viral.
Menurutnya, perhatian yang hangat dan peduli dari seseorang terhadap anak, tidak selalu aman.