Sempat Sulit Dapat Laki-laki yang Tulus, Syifa Hadju Kini Nilai Cinta itu Mudah saat Bertemu El Rumi
Ketika bertemu El Rumi, Syifa Hadju merasakan bahwa cinta yang tulus bisa didapat dengan mudah tanpa susah payah.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Salma Fenty
Ringkasan Berita:
- Acara lamaran Syifa Hadju dan El Rumi telah digelar pada Rabu (21/1/2026) di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat.
- Syifa Hadju sempat berpikir untuk mendapatkan cinta, ia harus banyak berkorban.
- Ketika bertemu El Rumi, Syifa merasakan bahwa cinta yang tulus bisa didapatkan tanpa susah payah.
TRIBUNNEWS.COM - Syifa Hadju dan El Rumi telah menggelar acara lamaran pada Rabu (21/1/2026) di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat.
Acara tersebut dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat keduanya.
Sebelum resmi lamaran, El sudah menyematkan cincin di jari manis Syifa di Lauterbrunnen, Swiss, pada 2 Oktober 2025.
Dengan latar belakang pegunungan Alpen, El berlutut di hadapan pemilik nama lengkap Syifa Safira Nuraisah itu.
Mantap menerima lamaran El Rumi setelah satu tahun lebih berpacaran, Syifa Hadju mengungkap hal yang membuatnya jatuh hati dengan putra kedua Ahmad Dhani-Maia Estianty itu.
Melalui kanal YouTube El & Syifa Family, Syifa menyinggung soal perjuangan dalam mendapatkan cinta.
"Dulu itu aku ngerasa cinta itu adalah sesuatu yang susah dan harus diperjuangkan," ucap Syifa mengawali, dikutip Jumat (23/1/2026).
Pasalnya, pemain sinetron Mermaid in Love itu sempat putus asa mendapatkan kasih sayang yang tulus dari seorang laki-laki.
Syifa sempat berpikir bahwa untuk mendapatkan cinta dari seseorang harus ada perjuangan dan pengorbanan besar.
"Kayaknya aku nggak bakal bisa ngerasain disayangin atau dicintain kalau aku nggak berkorban dulu."
"Atau harus merasakan sesuatu yang susah dulu gitu lho," ujar Syifa.
Baca juga: Perjalanan Cinta El Rumi dan Syifa Hadju, dari Basa-basi hingga Resmi Lamaran
Namun, anggapan Syifa tersebut hilang saat dirinya bertemu El Rumi.
Ketika bertemu dengan adik Al Ghazali, aktris berusia 25 tahun itu merasa bahwa untuk mendapatkan cinta yang tulus bukan sesuatu yang sulit dan seharusnya begitu.
"Tapi pas aku ketemu dia (El) aku jadi kayak ngerasa, 'oh ternyata love should be easy (cinta seharusnya mudah)'."