Keluarga Belum Dapat Panggilan Klarifikasi dari Polisi Berkait Kematian Lula Lahfah
Pemeriksaan terhadap sejumlah orang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya selebgram Lula Lahfah.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Lula Lahfah meninggal dunia Jumat pekan lalu di apartemennya, kawasan Jakarta Selatan
- Diduga kematian Lula karena sakit
- Polisi melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang. Namun, pihak keluarga hingga kini belum dapat undangan klarifikasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga belum menerima pemanggilan pemeriksaan atau klarifikasi terkait kematian Lula Lahfa dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.
Hal itu dikonfirmasi oleh ayah dari mendiang Lula Lahfah, Feroz ketika ditanya mengenai perkembangan kasus kematian putrinya.
Feroz juga tidak mengetahui lebih jauh teman-teman dekat termasuk kekasih Lula Lahfah turut diperiksa buntut hal ini.
"Nggak, saya nggak tahu sama sekali. Benar saya nggak tahu (soal pemeriksaan teman-teman Lula di Polres Jaksel)," kata Feroz di kediamannya kawasan Buaran, Jakarta Timur, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Momen Pertemuan Ayah Lula Lahfah dan Reza Arap di Tahlilan Sang Selebgram, Apa yang Dibicarakan?
"Belum dengar kabarnya kalau itu. Ibu juga (nggak tahu), nggak tahu deh," lanjutnya.
Sejauh ini, Feroz memastikan Keluarga belum menerima klarifikasi dari tim penyidik.
"Belum ada (panggilan polisi untuk keluarga)," ucapnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menegaskan penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti yang ditemukan di TKP meninggalnya Lula.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya sang selebgram.
Mulai dari asisten, ART, sopir, manajer dan Reza Arap sudah memberikan klarifikasi kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan terkait kematian Lula Lahfa.
Polisi diketahui memeriksa sejumlah orang berkait kematian Lula Lahfah.
Selain pihak rumah sakit, manajer Lula Lahfah dan Reza Arap juga diperiksa. Tercatat ada enam orang yang sudah dikorek keterangannya.
Scientific Investigation
Polisi menerapkan metode scientific investigation, yakni pendekatan penyelidikan berbasis pembuktian ilmiah melalui analisis forensik, keterangan ahli, data objektif seperti rekaman CCTV, serta hasil pemeriksaan laboratorium.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menjelaskan bahwa laporan awal diterima pada Jumat lalu. Polisi kemudian langsung melakukan olah TKP secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Baca tanpa iklan