Umay Shahab Ngungsi 5 Hari di Hotel karena Rumahnya Kebanjiran
Aktor sekaligus sutradara Umay Shahab, turut merasakan dampak cuaca ekstrem Jabodetabek belakangan ini. Rumahnya kebanjiran.
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Umay Shahab, turut merasakan dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek belakangan ini.
- Rumah aktor sekaligus sutradara ini di kawasan Bekasi, Jawa Barat, sempat terkepung banjir.
- Kondisi ini memaksanya untuk meninggalkan rumah dan mengungsi ke hotel.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor sekaligus sutradara Umay Shahab, turut merasakan dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek belakangan ini.
Kediaman Umay Shahab yang berlokasi di kawasan Bekasi, Jawa Barat, sempat terkepung banjir hingga memaksanya untuk meninggalkan rumah sementara waktu.
Baca juga: Rumah Irish Bella Kebanjiran, Was-was Mobil Mewahnya Masih Terparkir di Garasi
Umay Shahab mengatakan kalau air tidak sampai masuk ke dalam rumahnya, namun akses jalan di depan rumahnya tergenang cukup tinggi.
"Depannya (rumah) banjir sih kebetulan. So far (di dalam rumah) masih aman, cuma memang agak mengganggu mobilitas saja," kata Umay Shahab ketika ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Lantaran mobil miliknya tidak bisa menembus genangan air di akses jalan keluar, Umay akhirnya memutuskan untuk mengungsi qgar tetap bisa bekerja.
Baca juga: Umay Shahab Beri Respons usai Prilly Latuconsina Resmi Mundur dari Sinemaku: Terima Kasih 6 Tahunnya
"Lumayan sih hampir lima harian ya, aku sempat nginep di hotel juga waktu itu. Jadi sempat ngungsi dululah demi mobilitas," ucap pria berusia 24 tahun itu.
"Hujannya deras banget terus mobilku sudah enggak bisa lewat, akhirnya aku nginep di hotel," sambungnya.
Pengalaman akses rumah terkepung banjir ini ternyata menyisakan rasa khawatir bagi sahabat Prilly Latuconsina ini.
Umay mengaku kini perasaannya berubah setiap kali melihat hujan deras turun. Jika dulu ia merasa tenang dan sejuk saat hujan, kini ia justru merasa deg-degan.
"Iya lumayan worry sih. Sekarang makanya tiap hujan kan biasanya 'wah tenang, wah adem'. Ini sekarang agak deg-degan, takut banjir lagi," jelasnya.
Menurut Umay, meskipun banjir kali ini tidak setinggi kejadian sebelumnya yang sempat membuatnya panik, kondisi cuaca yang tidak menentu tetap menjadi perhatiannya.
Umay Shahqb menyadari bahwa bencana hidrometeorologi ini berkaitan erat dengan isu perubahan iklim yang semakin nyata.
"Maksudnya kalau dilihat lebih panjang lagi sebenarnya kan ini kaitannya sama iklim kita juga. Aku cuma berharap kita semualah, mau rakyatnya, mau pemerintahnya, saling gotong royong buat jaga buminya lebih sehat lagi," ujar Umay Shahab. (Ari).
Baca tanpa iklan