Serial Anak 'Petualangan Rahasia Queena' Berangkat dari Keresahan Umay Shahab
Serial Petualangan Rahasia Queena, mengisahkan anak yang sering main gadget hingga akhirnya dihukum, diajak ke desa tempat kakeknya tinggal.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Umay Shahab dan timnya menggarap serial ramadhan berjudul 'Petualangan Rahasia Queena'
- Serial tersebut berangkat dari keresahan Umay melihat anak-anak zaman sekarang sering main gadget
- Umay ingin memberi ruang bagi generasi baru untuk menikmati tontonan yang ramah anak dan penuh imajinasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Umay Shahab curhat bahwa masa kecilnya sebagai artis cilik membuatnya tak punya kisah petualangan anak.
Adanya keresahan itu membuat Umay dan timnya menggarap serial ramadhan berjudul 'Petualangan Rahasia Queena'.
Umay blak-blakan mengakui bahwa ia tidak tumbuh dengan kisah pulang kampung, bermain di alam, atau petualangan khas anak-anak seperti yang diangkat dalam serial tersebut.
“Sayangnya aku tumbuh dan besar di Bekasi, jadi nggak ada pulang kampung tuh kebetulan,” ujar Umay Shahab sambil tertawa di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).
Tak hanya itu, keresahan utama Umay adalah karena anak-anak jaman sekarang terlalu sering main gadget.
Baca juga: Umay Shahab Ngungsi 5 Hari di Hotel karena Rumahnya Kebanjiran
"Keresahannya sih yang utama karena generasi alpha sekarang gak bisa lepas dari gadget dan jarang main di luar," bebernya.
Sebagai mantan artis cilik, Umay merasa kini berada di fase yang berbeda dalam hidupnya.
Jika dulu lebih banyak berada di depan kamera, kini ia ingin memberi ruang bagi generasi baru untuk menikmati tontonan yang ramah anak dan penuh imajinasi.
"Cita-citaku juga sebagai mantan artis cilik, sekarang akhirnya bisa bikin serial untuk anak-anak," ujarnya.
"Dan itu perasaan yang paling menyenangkan buat aku, karena bisa belajar di medium yang baru lagi,” tutur Umay.
Serial Petualangan Rahasia Queena, mengisahkan seorang anak yang terlalu sering bermain gadget hingga akhirnya dihukum dengan dibawa ke desa sang kakek.
Di sana, ia bertemu teman-teman baru dan memulai petualangan lewat sebuah tas gemblok ajaib yang dibuat sang kakek sebagai cara mendidik cucunya agar tak terus terpaku pada dunia maya.
Kerja sama ini juga menjadi debut Sinemaku Pictures di layar televisi free-to-air.
Umay menyebut proyek bersama stasiun SCTV ini jadi pengalaman pertamanya sejak membangun Sinemaku.
Baca tanpa iklan