Setelah Buku Broken Strings Viral, Aurelie Moeremans Curhat Ingin Jadi Versi Baru Dalam Dirinya
Setelah buku Broken String viral, Aurelie Moeremans curhat di media sosial ingin menjadi versi baru di dalam dirinya.
Penulis:
Gabriella Gunatyas
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Aurelie Moeremans merilis buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth pada Oktober 2025, yang kemudian viral awal 2026 karena kisah jujurnya sebagai penyintas child grooming dan perundungan.
- Buku ini menyentuh banyak pembaca dan membuat Aurelie merasa lebih berani untuk mengungkap pengalaman pahit yang pernah dialaminya.
- Usai viral, Aurelie menuliskan keinginannya menjadi sosok baru yang lebih keren dan berani, hingga mendapat banyak dukungan dari warganet.
TRIBUNNEWS.COM - Aktris Aurelie Moeremans telah merilis buku perdananya dengan judul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth pada Oktober tahun 2025, lalu.
Buku yang dirilis dengan dua versi bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris itu viral dan menjadi topik pembicaraan pada awal tahun 2026 ini.
Broken Strings telah diakses secara daring alais online oleh ribuan pembaca setelah tiga bulan dirilis.
Dalam buku itu, Aurelie menceritakan soal pengalaman pribadinya sebagai penyintas child grooming dan perundungan.
Child grooming merupakan proses manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk mendekati, membangun kepercayaan, dan mengendalikan anak atau remaja dengan tujuan akhirnya melakukan eksploitasi seksual.
Isinya menyentuh banyak pembaca karena jujur dan emosional.
Siapa sangka sebelum buku Broken Strings viral, Aurelie pernah mengungkap kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya itu lewat tayangan wawancara lawas di infotainment.
Sayangnya pada saat itu respon publik belum seperti saat ini.
Kini bintang film LDR itu, pun bersyukur bukunya dapat diterima baik oleh masyarakat.
Lewat unggahan Threads-nya, Aurelie menuliskan keinginannya tumbuh menjadi sosok baru setelah bukunya viral.
Terlebih saat ini Aurelie telah tinggal di Amerika Serikat setelah menikah dengan suaminya, Dokter Tyler Bigenho.
Baca juga: Buntut Broken Strings Viral, Aurelie Moeremans Akui Ditawari Podcast Deddy Corbuzier hingga Densu
"Mungkin, di ujung dunia, aku bisa menjadi seseorang yang baru," tulis Aurelie dikutip Minggu (1/2/2026).
Ia pun merasa jauh lebih berani untuk mengungkap hal-hal yang kurang menyenangkan yang pernah dialaminya.
"Seseorang yang sedikit lebih keren dan berani," sambungnya.
Unggahan aktris 32 tahun itu, pun lantas dibanjiri dengan dukungan dari warganet.
Salah satu warganet berujar, apa yang pernah dialami Aurelie ini menjadi pembelajaran bagi orang lain.
"Peluk sayang,maaf harus lama tersakitinya,kami pun tidak paham waktu itu, terimakasih sudah membuka dan memberikan pelajaran berharga buat kami orang tua,. love Aurelie," tulis sang warganet.
Sementara warganet lain mendukung Aurelie untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya.
"You do now. Cantik, keren, berani dan dicintai. Selamat jadi Aurelie yang baru," sambungnya.
Pesan Aurelie usai Buku Broken Strings Viral
Dalam buku Broken Strings Aurelie menyinggung sosok 'Bobby', pria yang telah melakukan child grooming kepada dirinya.
Bersamaan dengan hal itu, aktor Roby Tremonti, pria yang pernah menjalin hubungan dengan Aurelie pun ikut terseret setelah tulisan aktris yang kini menanti kelahiran anak pertama hasil pernikahannya dengan Tyler ini.
Warganet pun ramai mengaitkan sosok Roby Tremonti sebagai tokoh 'Bobby' yang diceritakan oleh Aurelie dalam bukunya.
Selain mengaku pernah menikahi Aurelie di tahun 2011, bintang sinetron Amanah Wali ini juga sempat memberikan klarifikasi setelah nama tokoh 'Bobby' dalam buku kakak aktor Jeremie Moeremans viral.
Lantaran warganet banyak mengaitkan sosok Roby Tremonti dengan tulisannya, Aurelie pun langsung memberikan klarifikasi.
Aurelie Moeremans mengaku tidak nyaman melihat banyaknya asumsi dan tudingan yang diarahkan pada tokoh-tokoh dalam bukunya.
"Please. Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings."
"Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku ga enak bacanya," tulis Aurelie dalam unggahan Threads-nya, dikutip Jumat.
Ia menegaskan inti dari kisah yang ia tulis bukanlah untuk menunjuk atau menghakimi sosok tertentu di dunia nyata.
Aurelie ingin pembaca memahami bahwa cerita tersebut berfokus pada pengalaman pribadi, luka yang pernah dialami, serta perjalanan penyembuhan yang ia bagikan dengan kejujuran.
Wanita yang memulai karier keartisannya di tahun 2008 itu juga menyampaikan pesan utama tentang pemulihan, bukan tentang mencari siapa yang bersalah dalam tulisannya yang kini viral tersebut.
"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok."
"Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," tutup Aurelie.
(Tribunnews.com/Gabriella)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.