Alasan Sahabat Bongkar Dugaan Mark Up Wakaf Al Quran Taqy Malik, Sempat Diperingatkan Diam-Diam
Randy Permana ungkap alasan membongkar dugaan mark up wakaf Al Quran Taqy Malik setelah peringatannya tak digubris.
Penulis:
Rinanda DwiYuliawati
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Taqy Malik kembali disorot usai diduga melakukan mark up harga mushaf dalam program wakaf Al Quran yang dikelolanya.
- Randy Permana mengaku sudah mengingatkan secara pribadi, namun tak mendapat respons dan justru disindir di media sosial.
- Randy akhirnya buka suara karena merasa praktik tersebut merugikan dan memicu keresahan di kalangan warga Indonesia di Makkah dan Madinah.
TRIBUNNEWS.COM - Nama YouTuber sekaligus penghafal Al-Qur’an, Taqy Malik, kembali menjadi sorotan publik setelah sebelumnya sempat terlibat dalam polemik sengketa tanah.
Kini, ia dihadapkan pada dugaan baru terkait program wakaf Al-Qur’an yang dijalankannya, yang disebut-sebut melibatkan mark up harga mushaf.
Isu ini memicu perhatian luas, terutama karena program wakaf merupakan bentuk ibadah yang berkaitan dengan kepercayaan dan amanah dari para donatur.
Mushaf merupakan naskah Al-Qur’an dalam bentuk fisik yang digunakan untuk ibadah, sementara wakaf adalah pemberian yang bersifat suci untuk kepentingan keagamaan atau kemaslahatan umum.
Karena itu, transparansi dalam pelaksanaan wakaf menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Dugaan tersebut mencuat setelah selebgram yang tinggal di Arab Saudi, Randy Permana, yang juga dikenal sebagai sahabat Taqy Malik, mengungkap kronologi sekaligus alasannya membongkar persoalan tersebut ke publik.
Randy mengaku sebelumnya telah berupaya mengingatkan Taqy secara pribadi, namun tidak mendapat respons.
"Saya sudah ingatkan lewat DM (Direct Message), tapi saya enggak digubris, dan saya lihat dia menyindir saya di Story, dan saya di-unfollow," ujar Randy, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Randy, sikap tersebut menjadi titik balik yang membuatnya memutuskan untuk tidak lagi mendiamkan persoalan yang menurutnya berdampak pada banyak pihak, khususnya mereka yang tinggal dan bekerja di Tanah Suci.
"Nah, itulah yang membuat, ah ini memang enggak bisa (didiamkan)."
"Saya di Tanah Suci menjaga teman-teman agar kerja semua nyaman. Dia yang enggak tinggal di sini, tapi memanfaatkan peluang yang akhirnya merugikan saya dan teman-teman. Itulah alasannya kenapa saya mengangkat isu ini. Seperti itu," terangnya.
Baca juga: Kronologi Dugaan Mark Up Wakaf Al Quran oleh Taqy Malik, Disebut Sempat Dikejar Polisi Arab Saudi
Randy menegaskan bahwa keputusannya untuk berbicara terbuka bukan tanpa alasan.
Ia mengaku ingin mengungkap kondisi yang menurutnya selama ini menjadi pembahasan di kalangan masyarakat Indonesia yang menetap di Makkah dan Madinah.
"Jadi, sekalian saja sudah saya buka, bongkar semua."
"Itulah yang bikin menjadi obrolan atau pembahasan teman-teman yang kita bahasnya mukim, ya, bahasanya teman-teman yang tinggal di Makkah dan Madinah itu seperti itu," jelasnya.
Baca tanpa iklan